Sabtu, 28 Agustus 2010

Hemat kuota Internet, gunakan Opera Browser

Tidak semua orang di Indonesia menikmati Internet yang murah, bandwidth yang besar, kuota tak terbatas dengan kualitas yang benar-benar Top. Apalagi yang masih mengandalkan layanan mobile broadband yaitu melalui operator GSM atau CDMA. Ah, jangankan Internet, SMS-an saja masih sering pending :P.

Ya begitulah Indonesia di kelas rakyat bawah, seperti saya ini yang tidak mampu setiap hari ke warnet, dan hotspot sekolah yang tidak tentu nasibnya (Kadang On, Kadang Off, Kadang di-kemaruk-i bandwidth-nya). Mau nggak mau saya harus berlangganan Internet melalui salah satu operator GSM yang menyediakan paket Internet murah.

Yah, yang murah memang tidak enak. Saya hanya mendapatkan kuota 1GB dengan kecepatan sekelas EDGE (biasanya dapet 128kbps). Dan jika pemakaian melebih kuota, maka kecepatan akan diturunkan ke 64kbps (setara dengan 8 kBps). Apa yang bisa dilakukan dengan bandwidth keong racun seperti itu untuk keperluan Internet jaman kaliyuga, kalatida dan jahilyah ini? Buka Facebook bisa menghabiskan waktu bermenit-menit, dan itupun sering macet.

Oh akhirnya, ada perusahaan pembuat peramban web Internet yang mengerti dengan keperluan pengguna Internet seperti saya. Tiada lain tiada bukan adalah Opera. Perusahaan ini telah membuat peramban web untuk berbagai platform mulai dari PC hingga perangkat handled.

Website resmi Opera, http://www.opera.com
Opera (Browser dan Mobile) versi terbaru, yaitu versi 10 memiliki fitur terbaru yang sangat keren menurut saya, yaitu Opera Turbo. Fitur ini mengadopsi sistem yang selama ini diterapkan oleh Opera Mini, yaitu sistem kompresi terpusat di server yang dimiliki Opera, sehingga pengguna bisa mengunduh halaman yang diminta dengan ukuran yang lebih kecil. Namun bedanya, jika "mesin" yang digunakan di Opera Mini berada di server milik Opera (ditransfer ke perangkat pengguna melalui sistem Opera Binary Markup Language, OBML) maka pada peramban Opera Browser (dan juga Opera Mobile), "mesin" tertanam pada aplikasi peramban itu sendiri. Pengguna juga masih tetap bisa mendapatkan full browsing experience dengan fitur AJAX, JavaScript-nya, tidak seperti pada Opera Mini.

Nah, bagi anda yang ingin menggunakan fitur Opera Turbo, anda bisa mengunduh aplikasi Opera Browser untuk komputer anda. Bukalah tautan http://www.opera.com/browser/. Opera Browser tersedia untuk berbagai platform; baik itu Linux, Windows maupun Mac. Untuk Linux sendiri, sudah tersedia berbagai paket untuk berbagai distribusi Linux.

Mengunduh Opera Browser untuk Linux

Kemudian anda bisa mengaktifkan fitur Opera Turbo dengan melakukan klik pada ikon berlambang speedometer di pojok kiri bawah jendela Opera (ikon paling kanan diantara deretan). Klik di bagian tengah tombol tersebut.

Ikon Opera Turbo 
OK, sekarang fitur Opera Turbo sudah diaktifkan. Jika anda sudah menggunakan fitur ini, secara kasat mata anda akan melihat gambar yang dimuat ke peramban kualitasnya lebih rendah (agak kotak-kotak). Mengapa demikian? Ya memang inilah tujuan dari Opera Turbo, yaitu untuk menghemat penggunaan bandwidth dan menghemat penggunaan kuota Internet (jika menggunakan Internet berbasis kuota). Pada ikon Opera Turbo, anda akan melihat tulisan semacam x-sekian (x2, x3, dan seterusnya). Tulisan ini maksudnya adalah bahwa Opera Turbo telah menghemat bandwidth sebesar sekian kali dari bandwidth yang sebenarnya jika anda tidak menggunakan fitur ini. Saya sendiri biasanya sering mendapatkan nilai sampai x7.

Namun jika anda memang membutuhkan gambar yang kualitasnya tinggi, anda tinggal klik kanan pada gambar yang dimaksud dan klik menu Reload Image in Full Quality.

Jadi kesimpulannya, fitur ini sangat memberikan banyak keuntungan, antara lain :
  • Mempercepat proses memuat halaman.
  • Memperkecil ukuran halaman dan gambar yang diunduh. 
  • Memperkecil penggunaan kuota Internet, sangat menguntungkan jika anda berlangganan Internet berbasis kuota
  • Mempercepat koneksi Internet jika digunakan pada jaringan Hotspot yang krodit. 

2 komentar:

  1. Wah, baca artikel ini bikin saya balik kembali ke opera....

    BalasHapus