Sabtu, 27 Maret 2010

Ulangan Teori pada Mata Pelajaran TIKOM itu SUX!

Hmm, laptop masih dirawat di rumah sakit. Sementara ngeblog dari laptop orang aja dah :-P

Ini adalah suatu cerita yang sudah sering saya alami dari mulai zaman SMP saya mendapatkan mata pelajaran TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi), mulai dari belajar menggunakan OS Linux Windows, aplikasi perkantoran OpenOffice.org Microsoft Office, dan merasakan belajar Internet dari kecepatan Telkomnet Instan hingga Telkomnet Speedy :-D sudah pernah saya rasakan, hingga kini saya duduk SMA.

Eh jujur loh, sebenarnya si sayah udah tahu yang begituan sejak SD, bahkan belajar OpenOffice.org jaman dulu yang masih cupu (versi 1.x.x). Tapi yasudahlah, demi nilai yang sangat berharga nian itu saya dengan terpaksa iklas untuk mengikutinya.

Ada dua macam ulangan di setiap materi yang diberikan, ulangan teori dan ulangan praktek. Ulangan praktek memang sangat patut diberikan, sebagai review dari teori-teori dan latihan yang diberikan oleh guru. Namun yang paling bangsat menurut saya adalah Ulangan Teori. Jikalau itu teori Internet, LAN, dan Tata Cara Menghidupngkan dan Mematikan Komputer, itu sih gak masalah. Wong kalo ada pertanyaan "Bagaimana cara menghidupkan komputer?", saya bisa mudah menjawabnya. Namun, kalau itu teorinya adalah aplikasi Microsoft Word, Microsoft Excel (bahkan masih versi 2003 ke bawah), saya sangat benci dengan pertanyaan "Bagaimana langkah-langkah membuat Chart?". Lha, emang apa gunanya sih nanya kayak gini, kalaupun memang saya sudah bisa mempraktekkannya. Saya yang tidak menghapal istilah-istilah di menu tidak mungkin akan hapal, kecuali jika menu tersebut diperlihatkan, baru saya tahu. SUNGGUH TIDAK ADA GUNANYA MEMBERIKAN ULANGAN TEORI KAYAK BEGINI. Hmm, itu menurut saya saja sih. Terserah anda berpendapat kek gimana. Tapi yang jelas, ini gak ada gunanya sama sekali.

Eh, dapet tugas lagi deh, membuat teori Microsoft Excel dengan gaya Makalah (Dengan 3 bab), dan HARUS DITULIS TANGAN TAPI TIDAK BOLEH DISTIPO ATAU DICORET. Lha? Makin gila aja kalau begini, wong muridnya aja masih belum ngerti OpenOffice.org.

Jikalau ada Bapak/Ibu GURU TIK yang membaca ini, mohon maaf jika memang cara mengajar anda seperti itu. Tapi saya sebagai murid sangat terbebani dengan gaya memberi tugas dan cara ulangan seperti ini. Dengarkanlah suara murid, jangan gunakan prinsip Balas Dendam dong. Saya tahu pas Bapak/Ibu masih jadi murid, anda juga dibegitukan :-D

9 komentar:

  1. boleh saya share ke milis guru? :)

    BalasHapus
  2. Di-share saja mas :D

    Ulangan teori untuk TIK itu (IMO) hasil paduan guru yang belum kompeten dan textbook yang katrok (Saya pernah lihat textbook yang pembahasan soalnya "ikon anu melambangkan perintah apa?" dan semacamnya). Saya tidak percaya kalau ulangan teori di pelajaran TIK mencerminkan Kurikulum Berbasis Kompetensi.

    Kemungkinan lainnya adalah ketidaksiapan sarana komputer, tetapi memaksakan pelajaran TIK dengan alasan gengsi :)

    BalasHapus
  3. wah saya belum dapat ijin dari si-empunya.

    BalasHapus
  4. @Willy: emang katrok, katrok tenan! masih aja menggunakan teori internet dengan dial-up.

    @Dedi: OK monggo pak, dan juga tolong keluhkan masalah tulis tangan itu. Tugas aneh-aneh aja.

    BalasHapus
  5. sudah saya kirim ke milis klub guru Indonesia untuk Jogja.

    BalasHapus
  6. ngakak saya bacanya Om
    syang kasih tugas perlu belajar lagi tuh, masak nulisnya musti bersih gak boleh ada coretannya hahahahaha

    BalasHapus
  7. memang perlu PERHATIAN lebih thadap kurikulum TIK..

    BalasHapus
  8. wah... eSeMPe udah diajarin komputer ya... Lha aku belajar komputernya aja selepas eSeMA... Hahahahaha...
    Katrok tenan rek.. :D

    BalasHapus