Rabu, 24 Maret 2010

Review: Ubuntu 10.04 Beta 1

Ubuntu 10.04 versi Beta 1 baru saja dirilis, kali ini WIRAMA akan melakukan review terhadap distro yang akhir-akhir ini mendapatkan banyak gerbrakan baru, mulai dari tema dan branding yang baru hingga kontroversi yang muncul akibat pemindahan tombol pengatur jendela ke bagian kiri baris judul.

Hmm, apa saja yang baru di Ubuntu Lucid Lynx dari segi penampilan, performa, dan lain-lain? Let's check it out.

Proses Booting

Ubuntu 10.04 menggunakan teknologi baru untuk menampilakan splash screen yang menutupi semua proses booting yang mendetail, yaitu Plymouth. Splash screen pada Ubuntu sangat menarik, karena sama sekali tidak terdapat flicker antara penampilan splash screen dengan layar desktop pada saat login. Alhasil, proses booting-pun menjadi keren. Hanya saja, masih saja terdapat banyak bug pada proses booting ini, seperti misalnya splash screen yang kadang gak nongol (terutama setelah Ubuntu terpasang ke dalam komputer).

Namun, tidak semua komputer bisa menampilkan splash screen ini dengan baik. Jika kartu grafis tidak didukung, maka splash screen nan indah tidak akan ditampilkan dalam bentuk grafis.

Untuk waktu booting, Ubuntu memakan waktu 25 detik jika dihitung dari setelah memilih sistem operasi pada GRUB, dan dalam keadaan fitur Desktop Effect aktif. Waktu ini memang lebih cepat daripada Ubuntu 9.10. Namun masih jauh dari target yang katanya 10 detik.

Desktop

Dari sejak versi pertama hingga versi 9.10, Ubuntu selalu memiliki kesan berwarna coklat (Human). Mulai dari coklat kehitaman hingga coklat muda sudah pernah terasa di Ubuntu. Namun pada versi kali ini, kesan Coklat itu sudah hilang, kini diubah dengan kesan ringan (Light) yang dominan berawarna Ungu dan Hitam. Sesuai dengan branding Ubuntu terbaru, Ubuntu is Lightware.


Tema default yang digunakan oleh Ubuntu kali ini bernama “Ambiance”. Dengan kesan serba gelap. Namun jika anda ingin kesan yang lebih terang, anda bisa memilih tema alternatif bernama “Radiance”. Untuk mengatur tema, anda bisa klik menu System | Preferences | Appearances.


Jika dilihat dari tema dan kesan ikon-ikon pada Ubuntu terbaru ini, mungkin terasa sangat mirip dengan gaya dari Mac OS X. Hmm, sepertinya Ubuntu berusaha untuk mirip dengan sistem operasi berlambang Apel tersebut. Beberapa ikon pada notifikasi area juga menggunakan teknologi bernama Indicator Applet yang dikembangkan sendiri oleh pihak Canonical, sehingga kesan dari ikon-ikon ini menjadi mirip dengan Mac OS X. 
 

Oh iya, ada lagi satu perubahan yang sangat drastis dan menimbulkan kontroversi dikalangan pengguna Ubuntu. Yaitu pemindahan tombol pengatur jendela ke bagian kiri baris judul. Sekali lagi, benar-benar mirip dan mengikuti gaya Mac OS X, walaupun urutan tombolnya berbeda.

Software

Seperti biasa, Ubuntu selalu menyertakan software versi terbaru dan up-to-date. Seperti misalnya Kernel Linux 2.6.32, desktop GNOME versi 2.29, OpenOffice.org versi 3.2 yang startup-nya lebih cepat dan dukungan formatnya lebih ditingkatkan, Mozilla Firefox 3.6, dsb.

Namun ada perbedaan software penyerta pada Desktop CD jika dibandingkan versi sebelumnya. Kali ini, Ubuntu mengurangi beberapa software default yang terpasang di Desktop CD, seperti misalnya GIMP, Xsane, dan beberapa permainan. GIMP dihapus dengan alasan bahwa tidak semua orang memerlukan GIMP sebagai aplikasi esensial, karena umumnya pengguna bisa menyunting foto secara sederhana melalui aplikasi F-Spot. Kemudian Xsane dihapus digantikan dengan aplikasi bernama Simple Scan yang lebih sederhana dan memudahkan pengguna untuk memindai (scanning) dokumen dengan mudah. Namun, ada sebuah bonus yang diberikan sebagai paket penyerta, yaitu aplikasi video editing sederhana bernama Pitivi yang bisa diakses melalui menu Applications | Sound & Video | Pitivi Video Editor.

Namun jangkah khawatir, jika anda masih membutuhkan beberapa aplikasi yang tidak disertakan lagi, anda masih bisa menambahkannya melalui fitur Ubuntu Software Center, dengan memasang paket-paket software yang dibutuhkan dari repository Ubuntu.

Ada satu lagi, seperti yang diberitakan sebelumnya, Mozilla Firefox 3.6 pada Ubuntu menggunakan Yahoo! Sebagai mesin mesin pencari default.

Ubuntu Software Center

Fitur Ubuntu Software Center (atau disingkat USC) sebenarnya sudah ada sejak versi 9.10. Namun pada versi 10.04 kali ini, USC lebih dimantapkan lagi dengan fitur “Featured Applications” yang menyajikan daftar aplikasi populer. Hmm, konon katanya USC ini juga akan menampilkan daftar aplikasi-aplikasi berbayar dan/atau non-FOSS, seperti fitur CNR pada Linspire.

Ubuntu One

Ubuntu One kini tidak hanya sekedar fitur sinkronisasi dan backup serta berbagi file, namun juga sebagai fitur Toko penyedia Musik seperti iTunes pada Apple. Yup, Ubuntu kini menyediakan toko musik bernama Ubuntu One Music Store. Toko musik ini bisa diakses melalui aplikasi Rhythmbox, pada bagian sidepane. (Jika codec MP3 belum terpasang, maka anda akan diminta untuk dipasangkan terlebih dahulu).




Dan sepertinya, Ubuntu One menjadi lahan bisnis lain bagi Canonical untuk meraup untung demi kelangsungan Ubuntu.

Kesimpulan

Dari segi penampilan, banyak sekali perubahan dratis yang ada pada Ubuntu. Setelah 6 tahun berkutat dengan tema bernama “Human”, kini Ubuntu berubah dengan tema “Light” yang terdiri dari dua varian, Ambiance Light dan Radiance Light.

Selain itu, Ubuntu versi terbaru juga selalu menyediakan software-software versi terbaru yang kemampuannya lebih baik. Sebut saja OpenOffice.org 3.2 yang memiliki dukungan format yang lebih ditingkatkan (seperti dukungan dokumen ber-password pada format Microsoft Office), GNOME 2.29 yang terasa lebih ringan dan Firefox 3.6 yang lebih stabil.

Namun, kontroversi pemindahan tombol pengatur jendela ke sebelah kiri baris judul sampai saat ini masih hangat diperbincangkan dikalangan komunitas Ubuntu. Tak apa-apalah, toh anda masih bisa mengganti tema ke tema yang lebih anda suka dan/atau mengubah tata letak tombol pengatur jendela melalui gconf-editor.

8 komentar:

  1. boz, mw wallpapernya... bisa tolong di uploadkn?

    BalasHapus
  2. kalau kita update dari Karmic ke Lucid konfigurasi2, file2, dan aplikasi2 lama kita ikut di reset ngga ? kalo ke-reset, gmn cara biar ngga ke-reset ya pak ?

    BalasHapus
  3. Di Linux, Fx 3.6 biasanya sudah di-patching jd 3.6-2 karena isu keamanan kemarin-kemarin. Plymouth di Fedora itu akhirnya kepake juga ya.

    BalasHapus
  4. @dedy martadinata: sepertinya bisa dicari di google aja
    @gosigitgo: data dan konfigurasi gak akan direset koq kalau cuman upgrade
    @dani: =D

    BalasHapus
  5. informasinya menarik mas. saya suka karena selalu update info Ubuntu :D
    salam

    BalasHapus
  6. buset, mana cdnyaaaaaaaaa...?? gue nungguin neh

    BalasHapus
  7. btw ni grub-nya grub2 y? pengen grub yang dulu (8.04 - 9.04) lagi lebih simpel balikin grub klo dual boot..

    BalasHapus
  8. wah,, tak coba ah.. :D

    BalasHapus