Minggu, 21 Maret 2010

Kontroversi pemindahan tombol pengatur Jendela ke bagian kiri pada Ubuntu

Hmm, jika anda sudah mencoba Ubuntu 10.04 versi Beta 1, anda mungkin tahu ada sesuatu yang wah yang membuat anda harus membiasakan diri lagi, yaitu tombol pengatur jendela (Minimize, Maximize dan Close) dipindah ke bagian kiri judul jendela.


Hmm, ini benar-benar menjadi kontroversi besar di kalangan komunitas Ubuntu, dan bahkan ada salah satu pengguna Ubuntu yang akhirnya meninggalkan Ubuntu dan komunitasnya karena masalah ini. Ada beberapa yang menyangka bahwa Ubuntu ini dibuat semirip mungkin dengan Mac OS X, dan bahkan juga ada yang menggosipi bahwa Steve Jobs ikut campur dalam masalah ini :-D. Saya tidak menyangka masalah ini bisa menimbulkan dampak yang luar biasa. Bug ini sempat dilaporkan di Launchpad pada halaman https://bugs.launchpad.net/ubuntu/+source/light-themes/+bug/532633.

Namun, Mark Shuttleworth dan pihak Canonical sendiri mempunyai respon sendiri untuk masalah ini. Bahkan Mark Shuttleworth sendiri sampai-sampai ikut campur dalam memberi komentar pada halaman bug #532633.
The default position of the window controls will remain the left,
throughout beta1. We're interested in data which could influence the ultimate decision. There are good reasons both for the change, and
against them, and ultimately the position will be decided based on what we want to achieve over time.
Moving everything to the left opens up the space on the right nicely, and I would like to experiment in 10.10 with some innovative options
there. It's much easier to do that if we make this change now. I
appreciate that it's an emotive subject, and apologise for the fact that I haven't been responding in detail to every comment - I'm busy moving house this week. But the design team is well aware of the controversy, your (polite) comments and more importantly *data* are very welcome and will help make the best decision.
Menurut Mark, memindahkan tombol pengatur jendela ke kiri akan membuka ruang di bagian kanan. Dan akan membuka peluang untuk "menempatkan sesuatu yang baru" di bagian kanan. Omgubuntu sendiri sudah membuat bocoran mockup untuk desain apa yang akan diisi di bagian kanan baris judul jendela. Sepertinya ide yang menarik juga. Alasan pengubahan ini juga dijelaskan oleh salah seorang tim desainer di Canonical, Ivanka Majik. Menurutnya, harus ada ciri khas tersendiri di setiap OS, dan jangan sampai meniru gayanya MS Windows.

Terlepas dari inovasi dan ide yang diberikan oleh Mark Shuttleworth, sepertinya banyak pengguna Ubuntu yang kecewa dengan adanya pemindahan tombol pengatur jendela ke kiri, dan urutannya yang juga diubah. Dari "Minimize, Maximize, Close" kini menjadi  "Maximize, Minimize, Close". Dan bahkan, menurut pantauan terakhir yang saya lihat di berbagai situs berita, Mark malah menyatakan sesuatu yang menurut saya agak menyakitkan bagi komunitas Ubuntu :
No. This is not a democracy. Good feedback, good data, are welcome. But we are not voting on design decisions.
Hmm, seperti Mark Shuttleworth mulai agak diktator mengenai masalah ini =D. Kita tunggu saja kabar selanjutnya mengenai hal ini.

6 komentar:

  1. Hmm, seperti Mark Shuttleworth mulai agak diktator mengenai masalah ini

    Well, he is the SABDFL :D, plus he got a point there

    Kayaknya Canonical ndak mau mengulang kejadian UNR & OOo. Batas sudah ditentukan; you can contribute, but the decision should be ours. Canonical do the right thing by fending off the mob.

    Baidewai, theme paling banyak didonlot dari gnome-look? Guess :D

    BalasHapus
  2. Ane tidak bermasalah dengan tema ini. tidak lebih 15 menit ane jadi terbiasa dengan window controlnya Ubuntu. Walo pertama agak kikuk juga, maklum ane sehari2 make Mac dan Win 7, serta Ubuntu 9.10 yang masih menganut gaya Windows.

    Jadi sekarang bertambah lagi cara berinteraksi dengan komputer di dunia. Kalo dulu kan hanya dua cara, Mac style dan Windows Style. Nah sekarang muncul cara ke 3 Ubuntu Style :D

    Ubuntu memang moy... untuk menarik perhatian dan untuk di akui secara global ....

    BalasHapus
  3. Dulu, sehari-hari saya make Windows dan Linux. Sekarang cuman Linux. Jarang milih theme MacOS di desktop. Tapi pas dicoba, OK aja.

    IMO, Linux ya Linux, Windows ya Windows. Mac ya Mac.

    Perubahan di Ubuntu itu sepertinya butuh waktu untuk bisa disebut usable. Agak berbeda dengan distro yang ngga bundling desktop environment seperti Arch Linux. Semuanya terserah pengguna. :)

    BalasHapus
  4. malah jadi aneh ubuntu gue ini... *kembali ke blankon aja deh*

    BalasHapus
  5. Kalo yang suka tombol di kiri ya monggo.. kalo masih kepenak yang di kanan ya tinggal digeser.. aja repot-repot pak.. ;-)


    http://www.howtogeek.com/howto/13535/move-window-buttons-back-to-the-right-in-ubuntu-10.04/

    BalasHapus