Sabtu, 20 Maret 2010

[Iseng-iseng buat Proyek Baru] Membuat Fonta Bali berbasis Graphite

Biar ada kerjaan terus, biar gak melakukan aktifitas yang percuma, lebih baik cari-cari kerjaan yang berguna, yang bisa melestarikan kelestarian sasta di Bali, yaitu membuat sebuah Smartfont untuk Aksara Bali.

Jika anda sudah sering folow saya, mungkin anda sudah tahu kalau saya sudah pernah membuat hal yang sama bulan Agustus yang lalu dari inisiatif mengembangkan BlankOn Linux. Atas bantuan kursus kilat bersama Pak MDAMT, akhirnya saya bisa buat fonta Bali yang nantinya akan masuk ke BlankOn versi Ombilin.

Nah, trus kok saya malah buat lagi fonta macam ini? Sebenarnya masalah yang terjadi disebabkan karena masalah penggunaan teknologi rendering yang kurang pas. Fonta Bali yang sebelumnya saya buat menggunakan teknologi rendering berbasis OpenType yang implementasi-nya masih kacau di beberapa aplikasi penting, terutama OpenOffice.org karena rumitnnya implementasi yang digunakan pada waktu itu. Ya mau gimana lagi? Aplikasi Fontforge hanya menyediakan jalan singkat untuk membuat smartfont yang berbasis OpenType saja.


Sekarang, saya akan menulis ulang program smarfont dengan menggunakan bahasa pemograman khusus untuk pembuatan smarfont bernama SIL Graphite. Karena menurut saya, peluang dukungan aplikasi untuk mendukung jenis smarfont yang satu ini sangat besar. Graphite memang dibuat dan dibangun untuk tujuan pengembangan fonta aksara yang membutuhkan kemampuan yang rumit, terutama aksara tradisional Indonesia yang rendering-nya bisa dua arah (bi-directional). Lain halnya OpenType, yang sepertinya peruntukannya untuk aplikasi grafis kelas atas.

Untuk itu, berikut TODO list yang akan saya lakukan untuk perancangan ulang ini :
  • Melengkapi lagi beberapa glyph yang masih kurang (sepertinya nggak begitu banyak). Saya tidak perlu lagi menggambar ulang glyph atau bentuk fonta-nya.
  • Membuat ulang Fonta, dengan menggunakan Fontforge. Namun kali ini, saya tidak akan mengandalkan fitur Lookups pada Fontforge untuk menulis aturan-aturan dari Fonta. Karena itu semua memanfaatkan teknologi OpenType, bukan Graphite.
  • Menulis aturan-aturan Fonta dalam Bahasa GDL (Graphite Description Language). Panduan sudah tersedia gratis di dalam website SIL Graphite, dan sepertinya saya harus bisa menguasainya :-D
  • Kompilasi Fonta, menggunakan Graphite Compiler yang sepertinya sudah tersedia di repository Ubuntu/Debian (belum sempet ngecek).
Apakah ada yang bisa bantu saya? Sekiranya saya juga bisa ajak anda membantu pengembangan aksara Jawa dan aksara lainnya. Saya akan mengajak anda yang berminat untuk saling belajar mengenai pembuatan aksara ini.

2 komentar:

  1. Wira,
    Saya salut sekali dengan keinginanmu melestarikan Aksara Bali. Coba hubungi anak saya: cari di facebook dia dengan nama Bemby Bantara Narendra. Dia sarjana ITB dengan tugas akhir ini: http://www.informatika.org/~rinaldi/TA/Makalah_TA%20Bemby%20Bantara%20Narendra.pdf
    Beberapa bulan yll dia mengajar seluruh guru Bhs Daerah di Denpasar utk menjalankan program menulis aksara Bali di komputer. Katakan Wira dapat info dari ayahnya, kelian at babadbali dot com.
    Salam,
    Donny - anggota tua HDNet.

    BalasHapus