Minggu, 14 Maret 2010

Instal Windows XP di Laptop untuk Jaga-Jaga

Sebenarnya saya sudah merasa nyaman dengan Linux untuk pekerjaan seperti grafis, internet, ngetik, ngoding, dsb. Hanya saja, karena laptop ini sering dipinjem oleh temen untuk melakukan sesuatu hal yang tidak bisa dikerjakan oleh Linux (seperti ngegame dan sebagainya), jadinya saya harus menyiapkan diri dengan sistem operasi Windows di dalam laptop ini. Dengan terpaksa sekali! Selain itu juga saya kadang agak kesel dengan OpenOffice.org jika digunakan untuk menyunting berkas dari Microsoft Office, jadinya rada berantakan gitu deh.

Pada posting kali ini, saya akan membahas mengenai pengalaman saya memasang Windows XP di sebuah virtual machine (Mesin virtual, singkatnya menjalankan sebuah OS didalam OS yang sudah ada)agar nantinya bisa digunakan oleh teman saya. Dan pertimbangan ini mungkin sangat penting bagi anda yang memiliki pengalaman serupa. Windows yang akan saya gunakan pada pembahasan ini adalah Windows XP SP3. Pembajakan? No way! Walaupun saya tidak bisa membeli sistem operasi yang satu ini, ya terpaksa saya menggunakan Windows XP SP3 Retail versi trial 30 hari. Gak apa-apa lah, nanti kalau udah habis masanya, diinstall ulang lagi. Agak repot memang.

Ehya lagi satu, karena masalah krusial sering terjadi di Office, saya juga menyiapkan aplikasi Microsoft Office 2007. Karena tidak juga bisa membelinya, ya terpaksa dipakai versi Trial 60 hari saja.

Seperti sebuah kata di Bahasa Bali, "KANGGOANG!". Karena memang sulit untuk menebus jutaan rupiah untuk membeli software doang, toh saya masih nyaman dengan sistem operasi Ubuntu yang ada di laptop saya.

Spek komputer?

Untuk spesifikasi komputer untuk keperluan ini, karena saya akan menggunakan aplikasi mesin virtual, laptop harus menggunakan RAM yang tinggi. Kebetulan RAM di laptop saya 1 GB, dan pada masa maksimalnya, komputer memakan RAM hingga 70% dan menggunakan SWAP sekitar 98 MB. Apa saja yang saya buka sehingga RAM sampai segitunya? Ada desktop GNOME, OpenOffice.org maximal membuka dua buah dokumen, Firefox dengan sepuluhan tab (gaya seorang geek sejati :-D), pemutar Musik Rhythmbox kemudian layanan LAMP (Linux + Apache + MySQL + PHP) plus service lainnya yang tidak begitu berguna seperti Webmin, Xinetd, DHCP Server, Dovecot, Postfix.

Jadi jika dalam keadaan tersebut masih menggunakan mesin virtual? Terpaksa harus mengurangi isi RAM sebelum menjalankan mesin Virtual dengan menutup semua aplikasi serta menghapus service LAMP + service lainnya yang saya sebutkan tadi. Toh service tersebut hanya dibutuhkan di waktu tertentu saja. Ini dilakukan agar performa komputer tidak begitu kacau dengan proses memory swaping yang kontinu karena RAM yang mepet.

Jadinya saya juga punya ide baru untuk membuat Virtual Server yang berisikan layanan-layanan server yang dibutuhkan untuk ngoprek. Yang ini dibahas nanti-nanti aja lah, kita fokuskan ke membuat Windows di Virtual Machine yang berjalan dibawah Linux.

Unduh CD Windows Trial

OK, untuk mendapatkan CD Windows XP SP3 nya beserta Office 2007-nya, ada di tautan berikut :
Tenang! Windows dan Office ini legal. Hanya saja kalau gak bisa beli, pake trial aja deh!.

Aplikasi Mesin Virtual yang digunakan?


Untuk aplikasi mesin virtual, saya SANGAT SANGAT SANGAT menyarankan anda menggunakan aplikasi VMware Player versi 3.0 yang tersedia gratis dari website www.vmware.com. Alasannya? Cuman satu, yaitu VMware memiliki fitur Easy Install yang memudahkan anda menginstall sistem operasi komputer Guest agar tidak klak klik banyak-banyak lagi. Sehingga proses install ulang jika masa trial Windows XP sudah habis tidak begitu merepotkan :-D

Untuk mendapatkan VMware Player, anda harus memiliki akun terlebih dahulu di www.vmware.com, kemudian anda bisa mengunduh berkas installer-nya untuk Linux. Lakukan instalasi dengan cara masuk ke terminal, kemudian jalankan berkas installer VMware Player melalui akun root atau perintah sudo. Gampang kan?

Instalasi Windows XP didalam mesin Virtual
Setelah VMware Player terpasang, kemudian unduhan dari berkas ISO CD Windows XP SP3 sudah siap, maka sekarang siap-siap memasang Windows XP di mesin virtual.

Pertama-tama, jalankan VMWare Player melalui perintah "vmplayer" pada Terminal atau menu System Tools pada Desktop. Baca petunjuk lisensi dari aplikasi ini dan anda akan melihat antarmuka VMware Player yang sangat simple. Perlu anda ketahui bahwa pada versi sebelumnya, VMware Player tidak bisa digunakan untuk membuat mesin virtual sendiri, karena sifatnya hanya sebagai "Player" atau untuk memainkan saja mesin virtual dari aplikasi VMware Workstation yang tidak gratis dan harganya selangit.
 

Lanjut, buat mesin Virtual Baru dengan klik tombol Create a New Virtual Machine, maka jendela pemandu pembuatan mesin virtual akan terbuka. Pada langkah pertama, pilih opsi Installer disc image file pada Install operating system from.., kemudian pilih berkas ISO dari CD Windows XP SP3 yang sudah diunduh. Secara otomatis VMware akan mendeteksi bahwa berkas ISO yang anda pilih merupakan CD Windows XP.

Next, gak perlu ketik CD Key Windows XP anda, toh cuman menggunakan versi trial doang. Dan rasanya gak perlu ngetik password untuk login lagi.

Next lagi, Next lagi, dan Next lagi. Tanpa perlu melakukan pengaturan detail, maka mesin Virtual akan langsung jalan dengan proses instalasi Windows XP. RAM yang dialokasikan untuk Windows XP secara default adalah 256MB, dengan HDD total 40 GB. Anda tidak perlu banyak klak-klik untuk proses instalasi XP-nya, karena disini fitur Easy Install dari VMware akan beraksi! Namun proses instalasi akan stuck pada pengisian CD Key, tinggal abaikan lagi jangan memasukkan CD-key dan instalasi akan berlanjut. VMware juga akan secara otomatis memasang driver dan tools (pastikan komputer tersambung ke internet karena tools harus diunduh terlebih dahulu dari server) pada sistem operasi guest sehingga mesin virtual lebih terintegrasi.
 

Jeng jeng, Windows XP sudah siap!
 

Akhirnya sistem operasi Windows XP didalam mesin virtual sudah siap untuk digunakan. Agar lebih menyatu dengan desktop, anda bisa gunakan fitur Unity melalui menu VM > Unity. Maka jendela aplikasi pada mesin virtual akan menyatu dengan desktop. Untuk menjalankan aplikasi yang ada pada mesin VM, sorot saja mouse pointer ke pojok kiri atas, kemudian akan muncul tombol untuk menu Start pada Windows XP.

Agar mesin virtual bisa berbagi data dengan host, anda bisa aktifkan fitur share folder. Caranya klik menu VM > Settings, kemudian buka tab Option lalu klik pada bagian Shared Folder. Beri tanda opsi pada Always Enabled, tanda centang pada Map as network drive in guest kemudian tentukan folder yang akan dibagi ke guest pada kolom dibawahnya. Terakhir klik tombol OK, berkas pada host bisa diakes pada guest melalui drive Z: pada My Computer-nya guest.

Ohya, jangan lupa install aplikasi yang dibutuhkan di dalam Windows XP anda.

Akhir kata, selamat mencoba! Semoga bermanfaat bagi anda yang membutuhkannya. Jika ingin mounting CD atau Media Penyimpanan ke guest, monggo dari menu VM > Removable Devices ^^

5 komentar:

  1. klo trialnya udah selesai, tinggal install ulang ya?

    BalasHapus
  2. yah.. sayang banget nggak pake MS OFFICE 2010 Wir, Biar versi beta tapi gratis tis tis

    beneran deh, saya juga pake

    http://ditagiri.blogspot.com/2010/01/microsoft-office-2010-beta.html

    BalasHapus
  3. @ditagiri: emang versi beta gratis selamanya? nggak deh, wong dibatesin sampe waktu tertentu aja.

    BalasHapus
  4. yah pake ajah yg windows bajakan,gapapa kok.ga akan ada yg tau.haha... :-)

    BalasHapus