Minggu, 07 Februari 2010

5 Langkah membuat Slackware Linux menjadi siap pakai untuk Desktop

Setelah anda bersusah payah dengan instalasi Slackware yang sangat menyiksa bagi para pemula, akhirnya sekarang anda bangga dengan sistem operasi Slackware sudah terpasang dan berjalan di komputer kesayangan atau pinjaman. Dengan bangga mungkin anda mulai salah tingkah, mulai mengaku diri sebagai seorang GEEK!!! sejati (emang ada orang bangga jadi geek ya? eh).

Owh, jangan melebay dulu, bisa saja anda malah kebingungan baru pertama kali melihat startup dengan text yang berjalan secara cepat (verbose), dan juga login yang masih berbasis text. Terus bagaimana caranya masuk ke desktop? Untuk bekerja. Disinilah anda mulai belajar untuk menyiapkan sistem anda agar siap dipakai.

Mengapa Slackware tega-teganya membiarkan anda yang mengatur sendiri dan menyulitkan diri anda sendiri? Sesuai dengan ceramah yang diberikan oleh Van Belog kepada saya bahwa Slackware itu dibuat dengan membebaskan konfigurasinya kepada para pengguna, mau dihapus desktopnya kek, mau dipasangin aplikasi apa kek, mau dijalanin service apa aja kek. Lain halnya dengan Ubuntu yang secara otomatis akan mengkonfigurasikan sistem operasi-nya untuk Desktop. Ubuntu & Debian lebih cocok dalam hal pengembangan perangkat lunak karena segala sesuatunya bisa diambil dari repository, sehingga programer gak repot-repot lagi. Jika memang berniat untuk belajar Slackware, anda harus mulai mempersiapkan mental untuk mulai melakukan konfigurasi sendiri. Jika tidak memiliki mental tersebut? Ya udah ganti aja dengan distro desktop biasa aja lah :P.

Dalam posting ini, saya akan menjelaskan mengenai hal-hal penting yang perlu disiapkan agar Slackware bisa siap digunakan layaknya seperti Ubuntu desktop. Slackware 13.0 secara default telah terinstall desktop KDE yang sangat menawan.

#1 Login berbasis Grafis

Setelah beberapa baris text secara cepat muncul pada saat booting, maka anda akan langsung dihadapkan untuk masuk ke sistem alias login. Nah, Slackware ini menggunakan login yang berbasis Text User Interface, sehingga setelah login juga anda masuk ke dalam lingkungan shell berbasis Text User Interface pula. Tidak langsung masuk ke desktop.

Jika anda kurang senang hal ini dan ingin meniru login grafis seperti distro desktop, maka anda bisa ubah nomor init default setelah desktop dihidupkan dengan menyunting berkas /etc/inittab. Login dahulu sebagai root, kemudian setelah masuk ke shell, ketik perintah vim /etc/inittab.
root@wira-laptop:/# vim /etc/inittab
Belum familiar dengan editor text ini? OK ikuti saja petunjuk dari saya. Setelah berkas terbuka, carilah baris berikut dengan tombol panah bawah :
# Default runlevel (Do not set to 0 or 6)
id:3:initdefault
Kemudian tekan tombol I untuk menyunting. Kemudian atur kursor sehingga berada di sebelah kiri angka 3 yang pada keterangan diatas diberi garis bawah. Hapus angka 3 dengan tombol Delete dan ganti dengan angka 4.

Apa sih init sebenarnya? Singkat saja bahwa init itu adalah beberapa daftar runtunan kerja pada sistem. Init diberi nomor mulai dari 0 sampai 6. Rincian pengunaan init pada Slackware adalah sebagai berikut :  
  • Init 0 (Ini mah kek nick sayah) : Merupakan runtunan kerja untuk mematikan segala service pada sistem dan kemudian mematikan komputer. 
  • Init 1 : Merupakan runtunan kerja untuk mempersiapkan sistem secara minimal dan darurat. Service sistem tidak dijalankan dalam hal ini, hanya mempersiapkan lingkungan kerja berbasis shell untuk single-user (satu pengguna dalam satu waktu)
  • Init 2,3,5 : Merupakan runtunan kerja untuk mempersiapkan sistem beserta service-nya dengan lingkungan kerja berbasis text. 
  • Init 4 : Sama dengan 2,3,5; hanya saja juga mempersiapkan lingkungan kerja berbasis grafis.
  • Init 6 : Sama dengan Init 0, hanya saja berfungsi untuk menghidupkan ulang komputer, bukan mematikan komputer.
Sudah paham? Maka dari itulah inittab dilarang menggunakan init nomor 0 atau 6, karena? Anda tau sendirilah akibatnya setelah membaca uraian diatas.

Setelah inittab diubah, sekarang tinggal menyimpan berkas /etc/inittab yang sudah disunting. Caranya? Tekan tombol Escape, kemudian ketik :wq dan tekan tombol Enter. Perintah :w berfungsi untuk menyimpan berkas, sedangkan :q untuk keluar.

OK, sekarang tinggal restart komputer anda dengan perintah reboot atau init 6, maka anda akan melihat perubahannya. Layar login berbasis grafis akan otomatis muncul.

#2 Buat akun Pengguna Biasa

Menggunakan akun “root” untuk pengunaan sehari-hari adalah hal yang sangat terlarang. Mengapa? Dengan akun “root”, anda bisa mengatur sistem seleluasa mungkin (bahkan menghancurkan sistem secara tidak sengaja). Jikalau ada malware atau serangan jahat dari luar, maka mereka bisa mudah untuk mengacak-ngacak sistem anda.

Jadi solusinya adalah anda harus membuat akun pengguna biasa, yang anda login untuk keperluan bekerja. Sedangkan untuk menjalankan perintah sebagai “root”, gunakan perintah su bukan sudo seperti di Ubuntu. Mengapa demikian? Karena di Ubuntu tidak ada akun pengguna “root”, pengguna biasa bisa menjadi SUPER! dengan menambahkan awalan sudo di setiap perintah. Sedangkan di Slackware, anda harus login sebagai “root” dengan perintah su, kemudian masuk ke shell sebagai root (Ditandai dengan adanya tanda pagar sebelum tempat mengetik perintah).

Untuk membuat akun pengguna baru, ketik perintah adduser id-pengguna pada shell sebagai root tentunya. Kemudian anda akan ditanya menganai Password pengguna, Nama Lengkap, Grup yang diikuti, letak folder home, dan informasi lainnya.
Login name for new user: weda

User ID ('UID') [ defaults to next available ]:

Initial group [ users ]:
Additional UNIX groups:

Users can belong to additional UNIX groups on the system.
For local users using graphical desktop login managers such
as XDM/KDM, users may need to be members of additional groups
to access the full functionality of removable media devices.

* Security implications *
Please be aware that by adding users to additional groups may
potentially give access to the removable media of other users.

If you are creating a new user for remote shell access only,
users do not need to belong to any additional groups as standard,
so you may press ENTER at the next prompt.

Press ENTER to continue without adding any additional groups
Or press the UP arrow to add/select/edit additional groups
:

Home directory [ /home/weda ]

Shell [ /bin/bash ]

Expiry date (YYYY-MM-DD) []:

New account will be created as follows:

---------------------------------------
Login name.......: weda
UID..............: [ Next available ]
Initial group....: users
Additional groups: [ None ]
Home directory...: /home/weda
Shell............: /bin/bash
Expiry date......: [ Never ]

This is it... if you want to bail out, hit Control-C. Otherwise, press
ENTER to go ahead and make the account.


Creating new account...


Changing the user information for weda
Enter the new value, or press ENTER for the default
Full Name []: Made Ayu Wedaswari Widya
Room Number []:
Work Phone []:
Home Phone []:
Other []:
Changing password for weda
Enter the new password (minimum of 5, maximum of 127 characters)
Please use a combination of upper and lower case letters and numbers.
New password:
Bad password: too simple.
Warning: weak password (enter it again to use it anyway).
New password:
Re-enter new password:
Password changed.

Account setup complete.
OK, setelah selesai, maka akun baru siap digunakan untuk login. Anda bisa keluar dari root dengan menekan tombol CTRL+D, kemudian login dengan akun pengguna baru. Jika ingin bekerja sebagai root, cukup ketik perintah berikut dari shell :
wira@wira-laptop:~$ su -
Password:

root@wira-laptop:~#
#3 Berikan Hak lebih pada pengguna biasa

Secara default, Slackware tidak memberi hak lebih jika bekerja sebagai pengguna biasa, selain bekerja dengan aplikasi di desktop. Jika anda ingin melakukan beberapa pekerjaan yang menyangkut sistem seperti mounting media penyimpanan tambahan; membaca CD-ROM & disket; koneksi ke jaringan dan juga mengendalikan audio, anda harus memiliki hak akses ke root terlebih dahulu sebagai tuhannya sistem Slackware anda (karena bisa mengendalikan apa saja sesukanya).

Agar pengguna tidak memerlukan hak akses ke root untuk melakukan hal-hal simple tersebut, anda harus mendaftarkan akun pengguna ke beberapa grup yang memiliki wewenang tersebut. Perlu diketahui, sistem operasi Linux selain mengenal istilah pengguna juga mengenal istilah grup, setiap grup memiliki anggota-anggota dan juga grup tertentu memiliki hak dan wewenang akses untuk melakukan suatu tugas atau mengelola beberapa file dan direktori sistem.

Grup yang bisa diikuti antara lain : audio, disk, floppy, video, plugdev, cdrom, netdev, wheel. Untuk mendaftarkan akun pengguna ke grup tersebut, ketik perintah berikut sebagai root :
root@wira-laptop:~# usermod -G audio,disk,floppy,video,plugdev,cdrom,wheel,netdev akun-pengguna
OK, sekarang tinggal logout dan login kembali. Seharusnya sekarang melalui desktop anda sudah bisa melakukan mounting flashdisk atau sebagainya tanpa ada error lagi.

#4 Install OpenOffice.org

Tidak seperti distro besar pada umumnya, Slackware tidak menyertakan aplikasi perkantoran OpenOffice.org secara default. Padahal aplikasi ini sangat esensial bagi seluruh pengguna Linux. Namun jangan khawatir, anda masih tetap bisa menginstall OpenOffice.org pada mesin Slackware anda.

Hmm..pertama-tama unduhlah paket OpenOffice.org untuk Linux (yang berbasis RPM) dari website resmi-nya yaitu www.openoffice.org. Kemudian unduh berkas Slackbuild dari OpenOffice.org melalui website http://slackbuilds.org. Apa fungsi dari Slackbuild ini? Slackbuild berfungsi untuk mengkonversi paket RPM dari OpenOffice.org menjadi berkas TGZ atau TXZ yang bisa di-install langsung ke sistem.

Setelah melakukan dua hal tersebut, anda akan mendapat dua berkas. Yaitu openoffice.org.tar.gz yang berisi paket Slackbuild untuk OpenOffice.org, dan Ooo_3.x.x_LinuxIntel_install_en-US.tar.gz. Kemudian extract berkas openoffice.org.tar.gz ke folder tertentu dan tempatkan berkas installer OpenOffice.org ke dalam folder yang sama dengan tempat extract Slackbuild, dan masuk ke dalam folder tersebut.
root@wira-laptop:~# tar zxvf openoffice.org.tar.gz
root@wira-laptop:~# cp Ooo_3.1.1_LinuxIntel_install_en-US.tar.gz openoffice.org/
root@wira-laptop:~# cd openoffice.org
root@wira-laptop:~/openoffice.org#
Tampilan perintah diatas tidak mengikat, sesuaikan dengan nama berkas atau folder tempat anda bekerja. Kemudian setelah masuk ke folder openoffice.org, ketik perintah berikut untuk memproses Slackbuild :
root@wira-laptop:~/openoffice.org# sh ./openoffice.org.Slackbuild
OK, tunggu beberapa saat, kemudian berkas TXZ atau TGZ dari OpenOffice.org akan ada di folder /tmp. Sekarang anda bisa memasang OpenOffice.org dari paket tersebut.
root@wira-laptop:~/openoffice.org# installpkg /tmp/openoffice*
Selesai. OpenOffice.org siap digunakan!

#5 Install Plugin untuk Browser

Sering nonton video di Youtube? Atau juga sering mengunggah foto di Facebook? Untuk melakukan dua hal diatas, anda harus memasang plugin
tambahan untuk browser Firefox yang ada pada Slackware. Plugin tersebut adalah Adobe Flash Player dan Java Plugin.

Pertama-tama unduh dulu paket Adobe Flash Player dari website www.adobe.com (unduh yang tar.gz) dan Java melalui http://java.com/en/download (unduh yang Linux self-extracting).

Kemudian untuk memasang Adobe Flash Player, extract isi berkas install_flash_player_10_linux.tar.gz ke dalam folder /usr/lib/firefox/plugins. Gunakan perintah berikut (sebagai root) :

root@wira-laptop:~# tar zxvf install_flash_player_10_linux.tar.gz -C /usr/lib/firefox/plugins

OK, Flash Player sudah terpasang. Sekarang untuk memasang Java Plugin, jalankan berkas unduhan Java (misal jre-6u12-linux-i586.bin).

root@wira-laptop:~# sh jre-6u12-linux-i586.bin.

Bacalah petunjuk lisensi sampai selesai, gunakan tombol Spasi untuk membaca bagian lisensi yang terpotong layar. Setelah semua petunjuk lisensi ditampilkan, anda akan ditanya apakah anda setuju terhadap persetujuan lisensi tersebut. Anda harus setuju dengan mengetik yes lalu menekan tombol Enter untuk memasang Java Plugin.

Terakhir, lakukan linking berkas plugin Java (biasanya terletak di folder /usr/local/src/jre*/plugin/i386/ns7/libjavaplugin_oji.so) ke dalam folder Plugins Firefox (/usr/lib/firefox/plugins). Gunakan perintah berikut untuk melakukan hal tersebut :

root@wira-laptop:~# ln -s /usr/local/src/jre*/plugin/i386/ns7/libjavaplugin_oji.so /usr/lib/firefox/plugins/libjavaplugin_oji.so

OK, sekarang anda bisa cek bahwa kedua plugin tersebut berhasil dipasang. Buka Firefox, kemudian klik menu Tools | Add-Ons dan klik pada bagian “Plugins”.

Sampai disini dahulu tip dan trik untuk membuat Slackware menjadi siap untuk digunakan. Dari trik yang sudah disampaikan diatas, memang sangat sulit dilakukan bagi para pemula. Tidak seperti Ubuntu yang tinggal K2S3 (Klak klik sana sini selesai) atau dengan perintah sakti APT-GET nya, semua dilakukan serba manual di Slackware. Memang inilah merupakan ciri khas Slackware, membebaskan pengguna untuk melakukan modifikasi sistem tanpa perlu diganggu oleh Manajemen Paket yang kadang-kadang sering error (misal dengan adanya Broken Package, Dependency Error, dsb).

Akhir kata, selamat menjelajahi Slackware!

PS. Ini adalah posting pertama yang kebanyakan link-nya :P

1 komentar:

  1. #3 itu yang kemarin mbikin saya frustasi (Amarok kok nggak keluar suaranya?), lalu mengganti Slack dengan Xubuntu.

    Sekarang juga nggak bisa pake Xubuntu, monitornya tewas. Alhasil pake Hardy melulu

    BalasHapus