Jumat, 25 Desember 2009

Review Microsoft Office 2010 Beta dari sisi seorang Linuxer

Loh? Kok saya malahan membahas aplikasi dari Microsoft, saya kan orang Linux? Biasa aja, gak masalah, toh Microsoft Office masih layak untuk di-review karena masih merupakan market leader di dalam paket aplikasi perkantoran. Saya akan review dari sisi Linuxer, jadi akan melihat keuntungan yang akan diperoleh dari para pengguna Linux khususnya kompatibilitas dengan OpenOffice.org. Untuk masalah fitur cari aja referensi di tempat lain.


Baik saya akan review sedikit mengenai versi terbaru dari Microsoft Office, yaitu versi 2010 yang saat ini masih dalam versi Beta dan bisa anda dapatkan gratis melalui website http://www.microsoft.com/office/2010/en/default.aspx. Jika anda mendaftarkan diri untuk mencobanya, anda juga akan diberikan serial key secara cuma-cuma melalui e-mail anda untuk mencoba aplikasi yang satu ini. Ngomong-ngomong sebelumnya saya sudah pernah mencoba versi Alpha dari aplikasi ini yang saya dapatkan secara ilegal melalui torent.
 


Microsoft Office 2010 ini memiliki antarmuka yang tidak begitu signifikan berbeda jika dibandingkan dengan Office 2007. Perubahan pada riboon hanya mengikuti gaya yang digunakan pada riboon Windows 7, menu utama tidak lagi diletakkan pada ikon aplikasi, melainkan dibuatkan sebuah tombol bernama File di bawah ikon aplikasi. Menu aplikasinya jika anda klik maka akan muncul menu utama yang menutupi seluruh layar kerja anda.



 Selain itu, salah satu fitur baru yang sangat dinanti-nanti bagi pengguna Free and Open Source Software adalah dukungan dari OpenDocument Format yaitu sebuah format data perkantoran yang sudah distandarkan di dalam ISO dan sudah diimplementasikan sebagai format bawaan dari OpenOffice.org. Dengan dukungan ini maka para pengguna OpenOffice.org tidak perlu khawatir jika ingin berbagi file dengan pengguna Microsoft Office 2010. Eittt, sebenarnya dukungan ini sudah ada sejak Office 2007 Service Pack 2. Namun karena mereka kebanyakan memakai Office bajakan yang sulit untuk di-update ke Service Pack terbaru, ya sudah seperti apa adanya saja.



Format default yang digunakan masih seperti 2007, yaitu *.docx. Yang paling menyakitkan adalah opsi dari menyimpan ke format OpenDocument diletakkan di bagian paling bawah, bahkan di bawah opsi TXT dan CSV. Namun walau begitu, anda bisa saja mengatur agar format OpenDocument menjadi default melalui Options.



OS yang didukung masih sama dengan Office 2007, yaitu mendukung Windows XP, Vista maupun Windows 7. Jika anda install di WINE, masih ada pesan error bahwa software ini belum kompatibel. Semoga pihak pengembang WINE bisa lebih cepat untuk memperbaiki kompatibilitasnya agar Office 2010 bisa diinstal melalui WINE.

OK demikianlah review saya, saya tidak akan bahas fitur-fiturnya karena dirasa tidak begitu signifikan dan tidak begitu menguntungkan bagi pihak FOSS..=))

Tidak ada komentar:

Posting Komentar