Sabtu, 26 Desember 2009

Review Distro: Linux Mint 8 (Hellena)

Kali ini saya akan mereview salah satu distro Linux yang mengklaim dirinya sebagai OS ke-4 yang paling banyak digunakan; setelah MS Windows, Mac OS X dan Ubuntu. Distro Linux ini bernama Linux Mint versi 8 dengan nama kode Hellena berbasiskan Ubuntu 9.10 (Karmic Koala). Penasaran ingin mencobanya? Silahkan diunduh melalui mirror berikut :
Linux Mint 8 sendiri terdiri dari tiga edisi, edisi Universal, Main Edition dan Community Edition. Edisi Universal adalah edisi yang universal, berbebentuk DVD, menjangkau seluruh negeri di dunia, mendukung berbagai bahasa di dunia dan mengikuti aturan hukum pada beberapa negara di dunia (tanpa ada codec MP3 dan DVD terinstal secara default). Kemudian ada Main Edition, edisi yang sebenarnya bukan edisi Utama (dengan istilah main-nya), karena sudah berisikan codec MP3 dan DVD serta hanya berukuran satu CD. Kemudian lagi satu ada Community edition yang merupakan versi komunitas yang memiliki banyak varian dengan desktop yang berbeda, ada versi KDE, Xfce, Lxde, dll. Untuk lebih jelasnya, silahkan menuju ke http://www.linuxmint.com.

OK, langsung di-review. Saya akan menggunakan VirtualBox 3.0 Non-OSE seperti biasanya.



Dari pertama booting, Linux Mint menggunakan skema menu awal booting CD yang berbeda dengan Ubuntu biasanya. Model menu ISOLINUX nya persis seperti CD/DVD Fedora. Kemudian dari proses booting, jalannya sama dengan Ubuntu 9.10, dengan paket "duo-splash" nya. Pertama anda disuguhi usplash dengan gambar ikon logo Linux Mint, kemudian masuk ke splash disuguhi dengan xsplash dengan animasinya. Tapi jika dibandingkan Ubuntu, menurut saya xsplash nya Linux Mint lumayan agak sedikit keren, dengan warna hijaunya yang khas.




Masuk ke desktop? Ya penampilannya seperti Linux Mint seperti biasanya. Tidak seperti Ubuntu yang benar-benar menggunakan tata letak desktop GNOME default, Linux Mint sudah dimodif agak mirip dengan MS Windows Ini dimaksudkan agar paranubi (pemula)a yang biasa menggunakan sistem operasi MS Windows, bisa dengan mudah memahami desktop. Panel cuman satu dibawah, menu utama ada di pojok kanan bawah seperti menu start di Windows. Isi menunya berbeda, sangat memudahkan pengguna untuk mencari aplikasi yang diinginkan. Menunya (MintMenu) sangat mirip dengan menu GNOME pada OpenSuSE, namun sepertinya MintMenu lebih baik karena ada fitur pencarian dan daftar aplikasi yang disuguhkan sangat lengkap, tidak seperti pada OpenSuSE yang hanya menampilkan aplikasi favorit dan untuk membuka aplikasi lainnya harus membuka jendela "More Applications".

Linux Mint memiliki berbagai software khas tersendiri yang mereka kembangkan sendiri. Ada MintBackup, MintMenu, MintInstall dan sebagainya. Untuk manajamen paketnya, Linux Mint memiliki sistem manajemen paket tersendiri yang berjalan di atas APT, yaitu MintInstall. Sistem manajemen paket ini hampir mirip dengan Ubuntu Software Center, hanya saja bagi saya lebih menarik karena anda bisa memilih paket yang ingin dipasang kemudian akan di-install secara bersamaan. LinuxMint memiliki repository hanya untuk menyimpan informasi-informasi paket-paket software yang siap dipasang, sedangkan isi paket-paket software-nya akan tetap diambil melalui repository Ubuntu/Medibuntu/PPA/atau yang lainnya. Ini akan memudahkan anda dari kebingungan untuk menambahkan berbagai macam daftar alamat repository melalui APT.



Sekian review saya, saya rasa LinuxMint ini memang ditujukan khusus untuk pemula dari Linux yang ingin kesegaran rasa Mint yang nyesss....



Tidak ada komentar:

Posting Komentar