Kamis, 24 September 2009

MENCOBA SLACKWARE 13.0 -- PART 1

Slackware Linux (http://www.slackware.com) merupakan salah salah distro Linux tua yang masih eksis saat ini. Distro ini memiliki keunikan tersendiri jika dibandingkan dengan distro Linux lainnya, yaitu masih tetap mempertahankan tradisi Linux sejak masa lampau tanpa adanya inovasi yang sangat signifikan. Installer masih berbasis teks dengan pustaka ncurses, sedangkan desktop tidak jalan secara default dan tidak adanya sistem manajemen paket. Jadi intinya, distro ini sangat tidak disarankan bagi para pemula di Linux.



Baru-baru ini, Slackware versi terbaru yaitu versi 13.0 dirilis. Versi terbaru ini mengandung software Linux kernel 2.6.29, KDE versi 4.2 dan desktop Xfce 4.6.1. Perlu diketahui, distro ini memiliki software yang versinya agak lama jika dibandingkan distro Linux lainnya yang dirilis hampir bersamaan. Kernel versi 2.6 baru digunakan sejak Slackware versi 12.1, sedangkan sebelumnya masih tetap mempertahankan versi 2.4. Mengapa demikian? karena software versi terbaru tersebut harus diuji terlebih dahulu kestabilannya, baru bisa masuk ke dalam versi stabil dari Slackware. Prinsip ini sangat mirip dengan prinsip yang dimiliki oleh distro Linux Debian.

Bagi anda yang ingin mencoba distro yang satu ini, silahkan mengunduhnya melalui website http://www.slackware.com atau melalui mirror-mirror berikut ini :



Anda bisa mendapatkan versi CD (yang terdiri dari 3 CD install dan 3 CD paket source) atau versi DVD (sudah berisikan paket binari untuk dipasang dan paket source). Ukuran yang versi DVD sekitar 3,7GB. Perlu diketahui, Slackware tidak menyertakan desktop GNOME atau aplikasi OpenOffice.org seperti pada distro lainnya. Saya kurang begitu tahu jelas apa alasan tidak dimasukkannya kedua aplikasi ini, tapi menurut saya untuk masalah GNOME yang tidak disertakan, mungkin karena distro ini mendukung pemikiran yang dimiliki oleh Linus Torvalds yang sangat menyarankan pengunaan KDE sebagai desktop di Linux. CMIIW.

Setelah kesemua berkas ISO yang dibutuhkan anda dapatkan, anda bisa langsung melakukan instalasi distro Slackware pada komputer anda atau melalui virtualisasi. Sangat disarankan untuk mengecek MD5SUM dari berkas ISO apakah sesuai dengan yang ada di server. Jika tidak, silahkan merujuk ke http://wiramaswara.blogspot.com/2009/09/memperbaiki-hasil-unduhan-berkas-iso.html untuk mengetahui teknik memperbaiki berkas ISO yang mismatch. Jika sudah pas, silahkan burn ISO tersebut ke CD/DVD kosong. Khusus untuk ISO DVD, anda bisa memasang Slackware melalui flashdisk dengan bantuan perangkat lunak Unetbootin memanfaatkan berkas ISO DVD Slackware.

OK, tak perlu panjang lebar lagi, kita langsung eksekusi >:).

TO BE CONTINUED

1 komentar:

  1. Menurut saya, Slackware bisa saja untuk pemula. Pemula yang ingin belajar jeroan Linux dari sisi teknis, bukan usability. :)

    Sejak Slackware versi 10.1, Patrick Volkerding memutuskan memakai KDE by default. karena GNOME dianggap membutuhkan waktu terlalu lama untuk dipelihara. Harus tambal sana-sini lagi supaya bisa diintegrasikan ke core system.

    Tidak dimasukkannya OOorg ada beberapa isu. Pertama, karena target pengguna Slackware dianggap tidak terlalu membutuhkan peranti lunak tersebut. Toh sudah ada KOffice (padahal ini yang pertama saya uninstall). Kedua, karena ukurannya yang tidak cukup di media CD installer saat ini. :) cmiiw

    BalasHapus