Minggu, 30 Agustus 2009

PELESTARIAN AKSARA NUSANTARA MELALUI SISTEM OPERASI BLANKON LINUX

Indonesia memiliki berbagai aksara tradisional yang sudah digunakan sejak jaman nenek moyang kita dahulu. Mulai dari huruf Sunda, Jawa, Bali, Rejang, Lontara, dll. Namun pada saat ini, penggunaan aksara tradisional ini sudah digeser oleh penggunaan huruf latin dalam menyampaikan suatu informasi melalui tulisan.


Namun, dengan pergeseran penggunaan aksara tradisional dengan aksara modern, kita tetap tidak boleh melupakan warisan nenek moyang kita. Pelestarian terhadap aksara tradisional ini wajib dilakukan oleh daerah, agar aksara tradisional ini tidak ditelan jaman.

Beberapa daerah seperti Sulawesi Selatan, Bali, Jawa sudah melakukan pelestarian terhadap aksara tradisional ini. Tidak hanya sekedar untuk menuliskan aksara tradisional tersebut pada papan nama jalan di daerah masing-masing, tapi juga mendaftarkan beberapa aksara tradisional tersebut ke dalam standar Unicode.

Dengan masuknya beberapa aksara di dalam Unicode 5.1, seperti aksara Bali, Lontara, dan Batak (yang lainnya masih menyusul), perlu juga dilakukan penerapan untuk melakukan komputerisasi aksara-aksara yang sudah masuk Unicode.

Salah satunya adalah yang dilakukan oleh proyek BlankOn Linux, distribusi Linux khas Indonesia yang sangat terkenal saat ini. Diawali dengan proyek Aksara Nusantara yang dibangun oleh Mohammad Anwari, untuk membuat fonta dari aksara tradisional di Indonesia yang sudah masuk Unicode, dan membuat metoda input menggunakan backend SCIM yang merupakan piranti lunak metoda input untuk sistem operasi *NIX.

Dan akhirnya, dua aksara nusantara telah berhasil dilakukan komputerisasi, yaitu aksara Lontara (Sulawesi Selatan) dan aksara Batak Toba (Sumatera Utara). Anda sekarang sudah bisa menulis dengan kedua aksara tersebut menggunakan BlankOn Linux 5.0.

Adanya standar OpenType dan penggunaan metoda smartfont Graphite sangat membantu adanya komputerisasi aksara tradisional Indonesia yang perilakunya sangat kompleks. Namun, dukungan untuk kedua jenis standar ini masih belum ada di semua aplikasi, baik di Windows, Mac maupun di dunia *NIX. Untuk kedepannya, kedua standar ini menjadi lebih terbuka untuk para pengembang, sehingga komputerisasi aksara tradisional ini menjadi lebih mudah.

Tulisan ini dibuat untuk menyukseskan Lomba Blog Open Source P2I-LIPI dan Seminar Open Source P2I-LIPI 2009.

5 komentar:

  1. ogut juga pengen bikin aksara sunda cuy!

    BalasHapus
  2. sabar dulu, kita tunggu aksara sunda masuk unicode dulu..

    BalasHapus
  3. keren...
    __________________________________________________
    WWW.KENALANYUK.COM <== facebook buatan INDONESIA ASLIII!!!! AYOOO GABUNG!!!

    BalasHapus
  4. wah.. feature baru dari BlankOn toh. Siplah melestarikan budaya Indonesia. Linux memang cihuy deh :D

    BalasHapus
  5. terima kasih untuk artikelnya. pas banget, ane lagi nyari-nyari untuk bahan kuliah.

    oia, jangan lupa mampir ke sini ya...

    BalasHapus