Selasa, 09 September 2008

WEB BROWSER DI LINUX

Web browser adalah software yang digunakan untuk menjelajah dunia web di dunia maya atau Internet. Di Windows, kita mengetahui ada empat web browser yang saling bersaing merebut pasar yaitu Windows Internet Explorer, Mozilla Firefox, Opera dan Safari. Sedangkan di Linux, ada banyak sekali pilihan web browser yang bisa anda gunakan. Web browser tersebut ada yang berbasis GUI dan bahkan ada juga yang bisa dijalankan di console. Jadi, anda bisa bersurfing ria walaupun dalam keadaan GUI dimatikan (seperti yang sering saya lakukan). Berikut adalah penjelasan dari beberapa web browser yang ada di dunia Linux.

Mozilla Firefox (www.mozilla.com)

Anda tentu sudah tahu dengan yang satu ini. Firefox saat ini menjadi web browser open source yang sukses dan menjadi web browser kedua yang paling banyak digunakan. Web browser ini dikembangkan berbasis Web Browser Mozilla yang saat ini sudah pensiun. Tidak hanya untuk Windows, Firefox juga tersedia untuk pengguna Linux maupun pengguna Mac OS.

Di Linux, Firefox telah menjadi default web browser pada beberapa distribusi Linux populer seperti Ubuntu. Di Debian, Firefox dinamakan dengan Iceweasel karena nama Firefox beserta logonya tidak sesuai dengan kaidah software bebas dari Debian (DFSG).

Opera (www.opera.com)

Dahulu, web browser ini tersedia jika anda bersedia membayarnya. Namun saat ini, semenjak versi ke 8, Opera sudah bisa di download secara gratis dari websitenya. Namun sayangnya, browser dari Norwegia ini masih belum tersedia secara Open Source.

Browser ini dikenal sangat lengkap, ringan dan cepat dalam membuka suatu website. Penulis sendiri adalah salah satu orang yang jatuh cinta terhadap browser ini. Penulis belum menemukan distribusi Linux yang menyertakan browser ini, namun anda bisa mendownloadnya dari website resmi Opera di www.opera.com. Disana, anda bisa menemukan paket software dari Opera untuk berbagai macam distro.

Konqueror (www.konqueror.org)

Browser ini adalah browser serbaguna dan ringan dari desktop KDE. Tidak hanya berfungsi untuk browser, Konqueror juga bisa digunakan sebagai file manager, ftp client, ssh client, samba client, nfs client dan masih banyak lagi fungsi yang lainnya.

Awalnya, browser ini merangkap menjadi file manager default di desktop KDE. Namun, semenjak pada versi KDE 4.0, Dolphin menggantikan fungsi file manager dari Konqueror. Namun walaupun begitu, anda masih bisa menggunakan Konqueror sebagai file manager.

Sayangnya, browser ini masih kurang kompatibel penuh dengan beberapa aplikasi web berbasis AJAX atau Web 2.0 seperti Gmail atau Blogger. Dalam percobaan yang saya lakukan, anda tidak bisa sama sekali menginput teks pada editor yang disediakan oleh kedua layanan tersebut. Semoga ini dapat dibenahi lagi di kemudian hari.

Epiphany (www.gnome.org)

Epiphany merupakan browser ringan berbasis Mozilla Gecko yang diciptakan khusus untuk desktop GNOME. Browser ini fiturnya bisa dikatakan setara dengan Mozilla Firefox. Untuk menambah kemampuannya, anda bisa menambahkan extension yang fungsinya sebagai add-ons untuk browser ini.

Seamonkey (www.mozilla.org/projects/seamonkey)

Siapa bilang internet suite Mozilla yang merupakan ayahanda tercinta dari Mozilla Firefox sudah pensiun? Ternyata, browser ini sekarang dikembangkan secara komunitas dan diberi nama baru yang bernama Seamonkey.

Bagi anda pecinta Netscape atau browser Mozilla Suite, anda tidak akan asing dengan browser ini. Kesan dari Mozilla Suite masih kental sekali dengan browser ini. Selain browser, aplikasi ini juga menyediakan fitur Mail Client, IRC Client, Web Composer, serta AIM Client. Sehingga, browser ini sangat lengkap untuk kebutuhan anda bersurfing ria.

Di distro Debian GNU/Linux yang menjunjung tinggi DFSG, Seamonkey direbrand dengan nama Iceape. Untuk menginstallnya, anda bisa install paket bernama “iceape” melalui APT.

Dillo (www.dillo.org)

Dillo merupakan Web Browser untuk X yang sangat ringan, stabil dan cepat. Tidak heran jika web browser ini dijadikan sebagi browser default di beberapa distro mini seperti DSL, Puppy dan SystemRescueCD.

Lynx (http://lynx.isc.org)

Setelah tadi membahas web browser untuk GUI atau X server, sekarang kita beranjak ke web browser yang berbasis TUI (Text User Interfaces) atau Console. Nah, browser yang pertama adalah Lynx yang merupakan browser yang sering disertakan di berbagai distro. Browser ini berjalan di mode teks dan sangat sederhana sekali. Objek seperti gambar dan video tidak dapat ditampilkan oleh browser ini.

Namun sayangnya, browser ini terlalu cerewet alias banyak nanyaknya. Anda akan dikonfirmasi setiap kali browser anda diminta untuk menyimpan cookies. Sama seperti Konqueror pada masa lampau.

Links (http://artax.karlin.mff.cuni.cz/~mikulaz/links)

Links merupakan web browser berbasis teks yang sangat lengkap yang hadir dengan menu yang terstruktur, layaknya browser masa kini. Browser ini mendukung halaman HTML yang sangat kompleks dan dapat mendownload file di balik layar.

Elinks (www.elinks.cz)

Elinks merupakan versi enhanced / extended dari browser Links. Browser ini memiliki beberapa kelebihan daripada browser Links yaitu dukungan CSS, Javascript, FTP. Web browser ini sangat baik menampilkan halaman web, layaknya pada saat ditampilkan di web browser biasa. Web browser ini menjadi favorit saya jika bekerja di modus teks.

Selain semua web browser yang dibahas tadi, masih banyak lagi ada web browser untuk Linux. Kebanyakan web browser tersebut berbasiskan engine Gecko. Tidak dipungkuri lagi jika engine dari Mozilla ini sangat banyak digunakan di banyak web browser, dikarenakan engine ini bersifat Open Source. Jadi siapa saja bisa mengembangkannya untuk keperluan apapun.

1 komentar:

  1. peramban turunan fx ada jg swiftweasel spt swiftfox yg dioptimasi utk mesin linux..

    sambil nunggu stabilnya midori dan google chrome utk linux.. :)

    bli, tulisan di blog ini dan ictklungkung.net kan kadang dual posting, apa ngga malah jd duplikasi konten..

    btw tulisannya apik2 bli..lanjuut..

    BalasHapus