Senin, 15 September 2008

MEMBANGUN SERVER LTSP 4.2

LTSP atau Linux Terinal Server Project adalah teknologi terminal yang terdapat di Linux. Teknologi ini memungkinkan komputer lama berspesifikasi rendah bisa menjalankan software terbaru yang memiliki spesifikasi tinggi. Karena yang menanggung resource dari software tersebut adalah komputer server, yang memiliki spesifikasi yang tinggi.

Komputer lama atau workstation tersebut tidak perlu lagi menggunakan Hard Disk, karena semua sistem sampai data pengguna terletak di server. Yang penting, komputer workstation harus terhubung dengan komputer server melalui jaringan LAN.

Dalam artikel ini, saya akan membahas mengenai cara pembuatan server LTSP di Debian GNU/Linux. Disini, saya akan menggunakan software LTSP yang dapat di download dari www.ltsp.org. Saya tidak menggunakan LTSP yang ada di repository Debian, karena anda harus membutuhkan koneksi Internet langsung untuk mendownloadnya.

NB. Disini membahas mengenai penggunaan LTSP versi 4.2. Jika anda ingin fitur lebih seperti Mounting media penyimpanan dari client, silahkan gunakan distribusi Ubuntu 8.04 LTS yang sudah menggunakan LTSP versi 5.0.

Pertama – tama, download installer LTSP berupa file ISO dari website www.ltsp.org. File ini berukuran sekitar 101 MB. Jika tidak ada waktu untuk mendownloadnya, silahkan cari DVD/CD Infolinux edisi 10/2007 yang menyertakan file ISO tersebut (direktori IL-102008/rubrik/warnux/ltsp/ltsp4.2u2-0).

Setelah mendapatkannya, anda bisa langsung Mount file ISO tersebut dengan perintah berikut :

INGAT! Jalankan perintah dalam mode root / super user

# mkdir /opt/ltsp-cd
# mount -o loop /root/ltsp4.2u2-0.iso /opt/ltsp-cd

Kemudian, install paket LTSP Administrator dan paket – paket esensial LTSP dengan perintah berikut :

# apt-get install nfs-kernel-server openbsd-inetd tftpd-hpa dhcp3-server ltsp-admin

Jalankan aplikasi LTSP Admin dengan perintah berikut :

# ltspadmin

Pilih menu “Install/Update LTSP Packages”, dan tekan Enter. Anda akan ditanya mengenai lokasi CD LTSP. Ketik lokasi tempat anda melakukan mount file ISO LTSP. Misalnya, “file:///opt/ltsp-cd”, lalu tekan tombol Enter. Abaikan saja pengaturan lainnya dengan menekan tombol Enter. Pada saat ditanya mengenai kebenaran informasi tersbut, tekan tombol y dan tekan lagi tombol Enter.

Disarankan untuk memilih semua komponen dengan menekan tombol A. Setelah itu, tekan tombol Q untuk melakukan instalasi LTSP. Pada saat konfirmasi, tekan tombol Y dan tekan tombol Enter.

Setelah installasi selesai, tekan tombol Enter. Kembali ke menu utama LTSP Admin, pilih “Configure LTSP”, lalu tekan tombol Enter. Maka program LTSP Admin akan melakukan pengecekan terhadap konfigurasi software pendukung.

Tekan Enter untuk masuk ke menu utama Configure LTSP. Tekan tombol C dan Enter untuk memulai melakukan konfigurasi.

Masuklah dari konfigurasi pertama sampai konfigurasi terakhir. Berikut adalah pembahasan masing – masing konfigurasi :

  1. Pada konfigurasi Runlevel, tentukan Runlevel mode multi user dari distro anda. Di Debian, Runlevel untuk multi user adalah Runlevel nomor 2.

  2. Pada konfigurasi Interface, tentukan kartu jaringan yang terhubung ke client LTSP. Disini, saya menggunakan interface eth0 dengan nomor IP 192.168.0.1.

  3. Pada konfigurasi DHCP, anda bisa menyetujui pembuatan file konfigurasi dhcpd.conf yang baru. Jika sebelumnya sudah terdapat konfigurasi DHCP, maka LTSP Configure akan membuat file dhcpd.conf.sample. Setelah konfigurasi selesai, anda bisa membackup file konfigurasi lama dan menggantinya dengan file konfigurasi baru.

  4. Pada konfigurasi TFTPD, anda bisa tekan Enter untuk menyetujui konfigurasi.

  5. Pada konfigurasi Portmapper, anda bisa tekan Enter untuk kembali.

  6. Pada konfigurasi NFSD, anda bisa tekan Enter untuk kembali.

  7. Pada konfigurasi XDMCP, anda bisa menyetujui untuk mengaktifkan XDMCP pada Display Manager yang anda gunakan. Pada saat ditanya apakah Graphical Login dimatikan pada Server, anda bisa pilih Y atau N. Terserah anda. Jika anda setuju, anda tidak akan melihat login grafis pada saat server dihidupkan.

  8. Pada konfigurasi /etc/hosts, anda bisa setuju untuk menambah entry konfigurasi pada file /etc/hosts.

  9. Pada konfigurasi /etc/hosts.allow, anda bisa setuju untuk menambah entry konfigurasi pada file /etc/hosts.allow.

  10. Pada konfigurasi /etc/exports, anda bisa setuju untuk menambah entry konfigurasi pada file /etc/exports.

  11. Terakhir, pada konfigurasi lts.conf, anda bisa setuju untuk membuat konfigurasi LTSP default melalui file /opt/ltsp/i386/etc/lts.conf.

Kembali ke menu utama LTSP Configure dengan menekan tombol R, lalu tekan tombol Enter. Pada menu Utama, tekan S dan Enter untuk melihat apakah konfigurasi sudah selesai dilakukan.

Ternyata, konfigurasi DHCP dan XDMCP belum berjalan. Anda bisa keluar dari LTSP Configure dengan menekan tombol Ctrl + C. Pada console, ketik perintah berikut untuk menjalankan DHCP dan XDMCP (Ubah kata KDM sesuai dengan Display Manager yang anda gunakan) :

# mv /etc/dhcp3/dhcpd.conf.sample dhcpd.conf
# /etc/init.d/dhcp3-server restart
# /etc/init.d/kdm restart

Hati..Hati!! perintah diatas bisa menyebabkan semua aplikasi desktop menjadi keluar. Simpan data anda di desktop terlebih dahulu!

Selain itu, restart juga service lainnya dengan perintah berikut :

# /etc/init.d/nfs-kernel-server restart
# /etc/init.d/portmap restart
# /etc/init.d/openbsd-inetd restart

Oops!!... Ternyata ada konfigurasi yang tidak benar pada DHCPD dengan INETD. Untuk itu, edit terlebih dahulu file /etc/dhcp3/dhcpd.conf dengan editor nano.

# nano /etc/dhcp3/dhcpd.conf

Ubah kata “2.6.16.1-ltsp-1” menjadi “2.6.17.3-ltsp-1” dengan menekan tombol Ctrl + W, lalu Ctrl + R, ketik kata “2.6.16.1-ltsp-1”, tekan Enter, dan ketik “2.6.17.3-ltsp-1”, tekan Enter, tekan tombol Ctrl + A. Simpan file tersebut dengan menekan tombol Ctrl + X, tekan Y, dan tekan Enter.

Sekarang, edit file /etc/inetd.conf dengan menggunakan editor NANO juga

# nano /etc/inetd.conf

Cari baris berikut “tftp dgram udp wait root /usr/sbin/in.tftpd /usr/sbin/in.tftpd -s /var/lib/tftpboot”. Ganti kata yang digaris bawah dengan /tftpboot. Lalu simpan file tersebut dengan menekan tombol Ctrl + X, Y, dan Enter.

Restart kedua service yang tadi kita edit konfigurasinya dengan perintah berikut :

# /etc/init.d/dhcp3-server restart
# /etc/init.d/openbsd-inetd restart

Sekarang, anda bisa lakukan booting melalui jaringan pada komputer workstation. Jika workstation tidak memiliki fitur PXE, anda bisa mendownload software bantu untuk booting network bernama gPXE atau Etherboot melalui website www.rom-o-matic.net. Sesuaikan image yang anda download dengan chipset dari network card pada workstation. Anda bisa mendownload image dalam format ISO (CD), ZDSK (Disket), ROM, COM, dan ELF. Jika workstation berhasil mendapatkan nomor IP dari server, maka proses boot akan berjalan. Jika anda telah sampai pada layar login grafis, berarti konfigurasi LTSP dikatakan berhasil! Selamat Mencoba!!!

4 komentar:

  1. walah, bingung sayah......

    BalasHapus
  2. Nggak usah bingung, LTSP itu simple kok, justru saya sudah mulai menginstall dan menggunakannya sejak versi 3.0 dengan pengetahuan linux yang minim

    BalasHapus
  3. mohon bantuannya nih gimana sih caranya install serial printer di LTSP clientnya? Saya sudah coba ngikuti configurasi default lts.conf tapi tetap tidak bisa print Suksma

    BalasHapus
  4. mmm....bli pake distro apa?? kalo ubuntu, konfigurasi defaultnya berbeda dengan debian. bli harus buat file baru bernama lts.conf di /var/lib/tftpboot (kalo gak salah, lama sudah tidak pernah main ltsp) trus silahkan edit file konfigurasinya....

    BalasHapus