Selasa, 09 September 2008

ANDA MERASA SUDAH AHLI DENGAN LINUX, COBA DISTRO SLACKWARE!

Tidak dipungkiri lagi, distribusi Linux masa kini lebih semakin populer dan semakin banyak digunakan di rumah atau berbagai institusi. Ini disebabkan karena distro Linux saat ini sangat mudah digunakan dan mudah dikonfigurasi. Konfigurasi bisa dilakukan hanya dengan melalui GUI, tanpa perlu lagi masuk ke mode teks.

Namun walaupun begitu, ternyata ada juga distro yang masih melestarikan tradisi Linux masa lalu. Distro ini cocok digunakan untuk anda yang merasa sudah ahli dengan Linux. Distro ini bernama Slackware. Distro ini masih termasuk distro tua yang masih lestari sampai saat ini. Walaupun juga ada distro tua lainnya yang masih lestari yaitu Debian, namun distro ini sangat mengedepankan kemudahan. Sehingga, tidak cocok untuk saya bahas sebagai distro khusus untuk yang ahli dengan Linux.

Untuk mendapatkan Slackware, silahkan mendownload file ISO nya dari website www.slackware.com. Distribusi tersedia dalam bentuk 1 DVD atau 6 CD. Dalam distribusi tersebut, anda bisa menemukan paket binary maupun source dari software yang disertakan. Software yang disertakan antara lain : Kernel Linux (Of Course, Brother!), KDE, Xfce, serta berbagai utility lainnya. Namun sayangnya, anda tidak akan menemukan paket OpenOffice.org maupun desktop GNOME pada distro ini (Anda dapat menggunakan repository tambahan misalnya dari Slackbuild).

Setelah CD/DVD dari Slackware diburn, anda bisa menginstall distro ini dengan membooting CD/DVD tersebut. Installer dari Slackware sangatlah kontras dengan installer distro Linux masa kini, yaitu masih menggunakan mode teks dengan modul ncurses. Jika anda berprasangka bahwa anda akan dibimbing dan dipemudah seperti installer alternate Ubuntu atau Debian, anda salah! Setelah anda memboot CD/DVD Slackware, anda tidak akan langsung berhadapan dengan installer. Anda harus login terlebih dahulu sebagai root dan masuk ke console. Untuk melakukan partisi, anda bisa menggunakan perintah “cfdisk”. Setelah partisi selesai disiapkan, anda bisa masuk ke installer dengan mengetik perintah “setup”.

Installer Slackware berupa pilihan menu yang setiap menu memiliki fungsi tersendiri. Misalnya menu ADDSWAP untuk menentukan partisi SWAP, menu SOURCE untuk menentukan sumber paket untuk installasi dan menu INSTALL untuk melakukan installasi. Setelah installasi selesai, anda bisa membuka Slackware melalui boot loader LILO yang terinstall. Nah, lagi – lagi ada yang tidak biasa, yaitu penggunaan LILO sebagai boot loader. Padahal, distro – distro masa kini kebanyakan menggunakan boot loader GRUB yang sangat simple dan customizeable.

Tidak ada boot splash yang menutupi teks dari kernel. Apalagi ada embel – embel Slackware pada saat booting. Setelah proses booting selesai, anda tidak akan menemukan login melalui GUI, melainkan hanya melalui mode teks. Untuk menjalankan mode GUI, cukup ketik perintah “startx” setelah anda melakukan login pada mode teks. Desktop KDE yang disertakan di Slackware tidak memiliki brand “Slackware” sama sekali. Sebagai alternatif dari KDE, Slackware juga menyediakan desktop Xfce yang lumayan ringan.

Untuk manajemen paket, Slackware tidak menyertakan tool seperti APT di Debian secara default. Installasi paket secara default menggunakan perintah layaknya “dpkg -i lokasipaket.deb” yaitu “installpkg lokasipaket.tgz”. Jika dependency tidak terinstall, anda tidak akan diberi peringatan pada saat installasi. Namun, anda akan menemui error pada saat menjalankan software yang anda inginkan. Sebaiknya anda menginstall software padanan APT di Slackware seperti Slapt-get agar lebih mudah menginstall software di Slackware.

Dan yang terakhir, 90% pengaturan sistem di Slackware hanya bisa diatur melalui file teks yang ada di folder /etc. Anda tidak akan menemui pengaturan sistem berbasis GUI seperti layaknya YaST2 di OpenSuSE. Hal ini akan melatih kemandirian anda dalam pengaturan sistem, tanpa memerlukan software bantu sama sekali.

Demikian penelusuran saya sedikit tentang distro Slackware. Distro ini lumayan sangat ringan digunakan jika dibandingkan dengan si bongsor Ubuntu. Apalagi OpenSuSE. Walaupun distro ini sangat sulit digunakan oleh pemula dan konfigurasinya dilakukan secara manual, namun distro ini juga bisa digunakan untuk keperluan desktop dan server. Untuk manual, anda bisa mendapatkan Slackbook yang tersedia dalam bentuk PDF melalui website www.slackware.com.

1 komentar:

  1. mnrt saya, scr filosofinya, slackware masi berusaha melestarikan standar linux (termasuk lilo dan konfigurasi manual), tp tetep stabil, walau mungkin tdk sekonservatif debian.. :)

    sebenarnya dg sedikit membaca slackbook (handbook wajib), pemula (spt saya; terpaksa make krn spek laptop ngepas; 256 MB) sudah layak mencoba slackware.. :)

    walau bukan distro/os yg tercepat dan ter-ringan, sptnya lbh gegas (teroptimasi) gentoo atau bsd (source-based install) -- kl ngga salah debian jg bs dioptimasi dg install paket ala bsd (dari source, bukan bin)??, tp slackware cukup sederhana jika mengikuti contoh2 konfigurasi yg ada..

    distro dgn dm xfce atau wm enlightenment mungkin jd yg lumayan ringan..cmiiw

    lilo di s12.1 sudah ada splash-nya..
    pemaketan lbh disarankan manual ato modif slackbuild, dibanding pake paket dari slapt, slacky.eu atau linux packages..

    sblm startx, biasanya mesti xorgconfig, alasaconf dl.. :)

    apapun distronya, makenya tetep linux :D

    ayo join di baliblogger.org, bli..

    makasi tulisan2 ttg jaringannya..

    BalasHapus