Selasa, 30 September 2008

ALASAN ORANG MASIH ENGGAN MENGGUNAKAN OPENOFFICE.ORG

Walaupun OpenOffice.org memiliki fitur yang sangat lengkap dan sangat layak untuk keperluan perkantoran orang saat ini, Namun masih banyak orang yang masih enggan menggunakan aplikasi ini sebagai aplikasi perkantoran utama, walaupun mereka sudah pernah mencobanya.

Ada tiga masalah yang dihadapi oleh para pengguna tersebut, yaitu masalah fitur, kemudahan, dan kebiasaan. Dari ketiga masalah ini, hanya satu yang sangat menonjol, yaitu kebiasaan. Namun, masalah fitur dan kemudahan tetap saya bahas dalam artikel ini.

Pada sisi fitur, OpenOffice.org masih belum memiliki fitur yang sudah terdapat di aplikasi Microsoft Office. Seperti misalnya fitur Art Border yang umumnya digunakan oleh para pelajar untuk membuat suatu sampul atau makalah yang seni. OpenOffice.org hanya bisa membuat border atau batas halaman dengan garis yang sederhana. Selain itu, pengaturan background suatu objek juga hanya bisa dilakukan dengan satu warna yang solid, tidak seperti Microsoft Office yang juga bisa menggunakan Gradient, dan Bitmap. Masih ada fitur kecil lainnya yang kurang, namun semua itu hanya bersifat fitur penghias.

Yang kedua adalah dari sisi kemudahan. OpenOffice.org sangat jauh kalah jika dibandingkan dengan versi terbaru dari Microsoft Office, yaitu Microsoft Office 2007. Ribbon yang ada pada Microsoft Office 2007 saya akui sangat mempermudah penggunanya dalam melakukan pekerjaan perkantoran. Sehingga, User Interface tidak terlalu banyak simbol yang membuat pengguna tidak mengerti dan membuat tampilan menjadi sederhana. Semoga saja, OpenOffice.org menawarkan fitur inovatif yang bisa disandingkan dengan kemudahan dari Microsoft Office 2007.

Yang terakhir adalah sisi paling menonjol, yaitu kebiasaan. Kita tahu bahwa OpenOffice.org dan Microsoft Office adalah software berbeda. Jadi, beberapa istilah dan tata letak menu sangatlah berbeda. Ini membuat orang yang ingin beralih ke OpenOffice.org harus memiliki kebiasaan yang berbeda daripada saat menggunakan Microsoft Office. Tata letak menu yang paling beda adalah penggunaan konsep kategorisasi tugas yang membuat beberapa fitur yang saling berkaitan dimasukkan ke dalam satu kotak dialog. Namun walaupun begitu, para developer OpenOffice.org termasuk berusaha untuk membuat tata letak menu OpenOffice.org semirip mungkin dengan Microsoft Office. Masalah kebiasaan ini bisa diatasi, dengan melakukan latihan menggunakan OpenOffice.org dalam 1 – 7 hari. Jika anda sudah biasa dengan aplikasi Office, anda akan lebih cepat dalam melakukan pembiasaan diri.

2 komentar:

  1. ada lg utk di bidang pendidikan, skripsi, tesis, disertasi biasanya mesti dibuat di ms word dg huruf arial, times new roman, bla bla bla...

    jika dibuat dg openoffice.org writer akan menuai masalah kompatibilitas :(

    kecuali odt/odf menjadi standar di pendidikan :)

    tp antar versi oo.org (1.x vs 2.x vs 3.x) sendiri pun masi terkendala kompatibilitas :(

    BalasHapus
  2. bener juga yaw....

    harusnya di pendidikan, diajarkan dua aplikais office suite. yaitu ms office dan openoffice.org. sehingga untuk menggunakan openoffice.org, tidak ada masalah lagi......

    cuma, buku sekolah yang mengajarkan dua office suite (dan dua os) sekaligus blom ada.......

    BalasHapus