Sabtu, 23 Agustus 2008

LINUX, GNU/LINUX, DISTRO LINUX, APA BEDANYA?

Semua istilah yang disebutkan tadi semuanya hampir sama. Hanya saja, masing – masing memiliki embel-embel yang berbeda. Ada Linux tanpa embel – embel apapun, ada GNU/Linux dengan penambahan kata “GNU” di sebelah kata Linux (dibatasi dengan tanda slash) dan ada juga Distro Linux. Ketiga istilah tersebut memiliki definisi yang berbeda – beda. Terus apa definisinya? Saya akan membahasnya disini.

Linux

Kata Linux (baca : Lineks) merujuk ke kernel atau dasar sistem operasi yang dikembangkan pertama kali oleh Linus Torvalds pada tahun 1991. Beliau sebenarnya tidak sadar, bahwa yang dibuat adalah kernel sistem operasi yang sekarang ini sangat sukses. Beliau juga tidak tertarik untuk menghakciptakan karyanya, malah beliau melisensikan Linux tersebut ke Open Source.

GNU/Linux

GNU/Linux adalah sistem operasi yang menggunakan Linux sebagai kernelnya. Kata “GNU” merujuk ke proyek software bebas yang pertama kali diperkenalkan pada tahun 1984 oleh Richard Stallman. Proyek GNU telah menghasilkan berbagai software open source pada saat itu, namun ada satu yang masih kurang agar bisa menjadi sistem operasi yang utuh yaitu Kernel. Akhirnya, Richard Stallman menggunakan Linux sebagai kernel yang open source dan terjadilah merger antara tool dari GNU dengan kernel Linux dengan sebutan “GNU/Linux” (baca : Gnhoo Lineks). Walaupun begitu, banyak orang hanya menyebut Linux saja untuk menyatakan sistem operasi yang berbasis Linux. Padahal tanpa GNU, Linux tidak akan jadi sistem operasi yang utuh.

Distro Linux

Distro Linux atau distribusi Linux adalah sistem operasi yang dikembangkan berdasarkan GNU/Linux dengan penambahan berbagai software untuk keperluan tertentu sehingga menjadi sistem operasi yang lengkap. Distro Linux yang sudah ada bisa juga diturunkan menjadi distro baru dengan cara pengemasan yang berbeda. Sehingga, tidak salah lagi terdapat ratusan distribusi / distro Linux yang ada saat ini.

Kebanyakan distro Linux yang ada saat ini diperuntukkan untuk kerpeluan Desktop dengan berbagai aplikasi untuk keperluan sehari – hari di rumah atau di kantor dengan berbagai kemudahan yang diberikan. Walaupun begitu, ada juga distro yang benar – benar khusus untuk Server atau power user yang desktop-nya bersifat opsional.

1 komentar:

  1. terima kasih untuk artikelnya. pas banget, ane lagi nyari-nyari untuk bahan kuliah.

    oia, jangan lupa mampir ke sini ya...

    BalasHapus