Kamis, 31 Juli 2008

UBUNTU ULTIMATE EDITION, DISTRO YANG PALING COCOK UNTUK MENGENALKAN LINUX

Kemungkinan anda tidak setuju dengan judul yang saya buat. Itu hanya merupakan argumentasi saya berdasarkan pengalaman saya mencoba mengenalkan Linux yang ternyata membuat saya memilih distro Ubuntu Ultimate Edition, sebuah distro turunan dari Ubuntu sebagai distro saya untuk mengenalkan Linux ke teman – teman.

Sebelum saya membahas mengapa saya memilih distro tersebut, saya akan bercerita sedikit mengenai pengalaman saya mengenalkan Linux. Pertama kali, saya mengenalkan distro PCLinuxOS kepada teman – teman yang ingin mencoba Linux. Distro ini lumayan ringan walaupun dalam mode Live CD dan sudah menyertakan codec multimedia yang jarang disertakan secara langsung oleh distro – distro saat ini. Yang membuat teman saya kagum adalah efek desktopnya Beryl yang sangat meriah dan indah dipandang. Kebanyakan teman – teman menginginkan distro tersebut untuk di-installkan ke komputernya.

Namun, masalah mulai muncul. Saya harus bersusah payah untuk membackup data teman saya untuk hal itu. Karena, walaupun saya sudah berkali – kali meresize partisi tanpa merusak datanya, saya tetap tidak yakin. Karena, dulu saya pernah kehilangan data karena meresize partisi. Saya akhirnya mencari distro lainnya yang bisa di-install tanpa perlu membuat partisi baru (menggunakan virtual image) seperti menggunakan Virtual Machine.

Akhirnya, saya menemukan distro yang sesuai dengan keinginan saya. Distro tersebut adalah Ubuntu yang pada versi 8.04 LTS sudah menyertakan installer WUBI yang memungkinkan installasi Ubuntu tanpa membuat partisi baru. Tiga bulan lamanya saya mengenalkan Linux dengan distro Ubuntu.

Namun, masalah kembali muncul yaitu Ubuntu secara default tidak menyertakan codec untuk format multimedia yang dikembangkan tertutup (proprietary). Padahal, format tersebut masih umum digunakan oleh teman – teman saya. Walaupun saya memberikan alternatif yaitu menggunakan DVD Repository, namun mereka kebanyakan tidak memiliki penggerak cakram DVD (DVD-ROM). Jadi, saya harus mencari kembali distro yang berbasis Ubuntu, bisa di-install dengan WUBI, dan memiliki pilihan software dan codec yang lengkap.

Akhirnya, saya mendapatkan sebuah pilihan yaitu distro turunan Ubuntu yang bernama Ubuntu Ultimate Edition (http://ultimateediton.info) . Walaupun distro ini berformat Live DVD, namun itu tidak menjadi masalah. Karena, WUBI bisa menginstallkan distro tersebut hanya berbekal file image (ISO) dari distro tersebut tanpa perlu membakarkannya ke kepingan DVD. Berikut adalah beberapa alasan saya memilih distro ini :

  • Tema-nya maco, serba hitam. Tidak seperti Ubuntu yang serba coklat,

  • Software yang tersedia sangat lengkap daripada yang disertakan oleh Live CD Ubuntu,

  • Codec Multimedia yang disertakan juga sangat lengkap,

  • Bisa menggunakan repository Ubuntu jika ingin menginstall software tambahan.

Baiklah, sekian dulu cerita dan argumentasi dari saya. Saya harapkan, semoga anda lebih sukses mengenalkan Linux ke teman – teman, sehingga tidak ada lagi kata “Tiada OS selain Windows”.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar