Jumat, 11 Juli 2008

INSTALL DAN HAPUS SOFTWARE DI LINUX

Tentunya, jika anda menginginkan software/aplikasi tambahan pada komputer anda, anda perlu menginstallnya terlebih dahulu agar dapat digunakan.

Di Windows, anda sudah pasti mengenal Installer. Anda menginstall suatu software/aplikasi dengan menklik ganda file installer (Misal : setup.exe, install.exe, *_setup.exe, *_install.exe *.msi) Lalu tinggal ikuti instruksi, aplikasi langsung jalan.

Namun jika di Linux, ada hal istimewa. Installasi di Linux menggunakan manajemen paket. Di Linux juga anda tidak akan memperbolehkan menyimpan aplikasi dalam sebuah folder menjadi satu (sampai pustaka – pustakanya) seperti di Windows, melainkan ditempatkan di tempat tertentu di tempat yang berbeda – beda sesuai dengan jenis file. Misalnya, untuk binary ditempatkan di /usr/bin, Library di /usr/lib, File pendukung di /usr/share, Documentation di /usr/share/doc, dan Header di /usr/includes. Skema ini memiliki kelebihan yaitu agar file library yang mungkin tidak hanya dibutuhkan oleh satu software tidak terinstall untuk kedua kalinya (istilah kerennya, redundansi), padahal file library itu sama versinya.

Sebagai contoh, jika anda menginstall game SuperTux di komputer anda, semua file binary game (supertux.exe), librarynya (SDL.dll, SDL_*.dll) di install dalam satu folder yang ditentukan installer dari game Supertux tersebut yaitu di C:\Program Files\Supertux. Jika anda menginstall game yang menggunakan library SDL lainnya seperti misalnya Tuxracer, file library SDL (SDL.dll beserta pendukungnya) juga ikut terinstall di folder berbeda dengan installasi superux, yaitu folder installasi Tuxracer (C:\Program Files\Tuxracer). Padahal, versi dari kedua SDL tersebut “hampir” sama. Dan jika anda menginstall 1001 game berbasis SDL lainnya, berapa space hard disk yang habis hanya karena file library SDL yang redundansi. Hitung sendiri!

Sebagai konsekuensi dari penggunaan skema manajemen paket, suatu software/pustaka (istilah yang akan digunakan disini adalah paket) akan membutuhkan software/pustaka lainnya agar tidak terjadi redundansi pada waktu installasi. Sebagai contoh, jika anda menginstall game Supertux pada Linux, anda perlu menginstall pustaka SDL berbasis Linux terlebih dahulu dan jika anda kembali menginstall game berbasis SDL lainnya misalkan Tuxracer, installasi dari SDL tidak perlu dilakukan lagi. Hal ini bisa saja membuat anda kerepotan karena suatu software tidak akan bisa di install jika software/pustaka yang dibutuhkan belum diinstall. Namun, hal ini jangan diambil pusing, karena di Linux sudah di sediakan aplikasi package manager. Aplikasi Package Manager ini berbeda di setiap distro, tergantung jenis paket apa saja yang diterima oleh distro tersebut. Contoh, untuk distro berbasis Debian/Ubuntu yang menggunakan paket .DEB, menggunakan Package Manager APT, dsb.

Berikut adalah penjelasan dari masing – masing Package Manager :

APT

APT adalah aplikasi manajemen paket yang saat ini digunakan oleh distro berbasis Debian GNU/Linux yang notabene menggunakan paket berjenis .deb. APT sangat handal digunakan dalam memanajemen paket – paket di sistem agar software dependency (ketergantungan) bisa terinstall dengan baik.

APT mendukung pengambilan paket dari berbagai media, seperti NFS, HTTP, FTP, CDROM, dan masih banyak lagi.

Secara default, APT menggunakan mode console berbasis text dengan perintah sbb (Dijalankan melalui user root) :

# apt-get install <<>

# apt-get remove <<>

Saat anda menyebutkan nama-software, anda tidak perlu menyebut sampai versi dan arsitektur komputernya. Anda cukup ketik namanya saja, dan biarkan APT melakukannya. Sebagai contoh, mengintall OpenOffice.org :

# apt-get install openoffice.org

Maka paket OpenOffice.org beserta paket yang dibutuhkan akan diinstall melalui media yang sudah ditentukan di /etc/sources.list. Ini tentu lebih mudah daripada menggunakan perintah dpkg sbb :

# dpkg -i /media/cdrom/pool/main/o/openoffice.org/openoffice.org_2.4.0_i386.deb

Dimana anda harus menentukan nama file dari paket tersebut (Misalnya letak CDROM). Dan perintah DPKG juga tidak akan membantu anda mencari paket yang dibutuhkan, jadi installasi pasti akan berakhir dengan keterangan error.

Agar mempermudah penggunaan manajemen paket ini, anda bisa menggunakan software bantu berbasis grafis yaitu :

  • Synaptic Package Manager

  • Aptitude

  • Adept Manager

Tidak hanya paket .DEB yang didukung, saat ini APT juga mendukung paket berbasis .RPM yang biasanya digunakan distro berbasis Redhat walaupun masih tahap percobaan. Anda bisa melihat PCLinuxOS 2007 sebagai contohnya.

YUM

YUM merupakan aplikasi manajemen paket berbasis paket .RPM yang kini digunakan pada distro berbasis Fedora (Dimulai dari Fedora 5). Sama dengan APT, YUM juga mendukung pengambilan paket dari beberapa media seperti CD-ROM, DVD-ROM maupun Internet.

Perintah pada console untuk menginstall aplikasi menggunakan yum adalah :

# yum install

Sedangkan untuk menghapus, menggunakan :

# yum remove

Pada nama software, sebutkan namanya saja, tanpa diiringi dengan versi dan arsitektur komputernya. Jika anda menggunakan perintah tersebut, maka masalah dependency akan diatur oleh yum. Sehingga, anda tidak usah lagi berpusing – pusing menggunakan perintah rpm (sama seperti menggunakan perintah dpkg).

Agar mempermudah menggunakan manajemen paket ini, anda bisa menggunakan software bantu berbasis grafis seperti :

  • Pup

  • Pirut

  • Yumex

YAST

Selain sebagai control center pada distro SuSE, Yast juga berfungsi sebagai manajer paket pada distro SuSE yang berbasis .RPM. Software ini akan membantu anda dalam mengelola paket beserta yang dibutuhkannya dengan mudah. Anda bisa membuka YaST dengan perintah :

# yast2

URPM

Tidak seperti distro berbasis Redhat lainnya, Mandriva dan distro turunannya menggunakan manajemen paket khusus yang dinamakan URPM. URPM berjalan pada mode console. Perintah yang dapat anda gunakan untuk installasi software menggunakan URPM adalah :

# urpmi

Sedangkan untuk menghapus, menggunakan perintah sebagai berikut :

# urpme

Pada nama software, sebutkan namanya saja, tanpa diiringi dengan versi dan arsitektur komputernya. Untuk alat bantu, anda bisa memanfaatkan Mandriva Control Center yang bisa anda buka dengan perintah

# drakconf

KETERANGAN TAMBAHAN :

  • Tidak disarankan bagi anda untuk menginstall paket dari distro/versi yang berbeda. Anda harus mencari software yang sama, tetapi dengan paket yang sesuai dengan basis distro dan versinya yang anda gunakan.

  • Anda boleh saja menginstall aplikasi tambahan dari distro/versi tambahan, namun ini akan membuat masalah rumit dengan dependency karena pustaka yang dibutuhkan bisa saja berlainan versinya.

  • Untuk menginstall software baru di dalam distro anda, disarankan anda menggunakan package manager atau melakukan upgrade sehingga jika nantinya dibutuhkan pustaka yang lebih baru, maka bisa dilakukan installasi terlebih dahulu.

  • Untuk distro berbasis Slackware yang dalam notabene menggunakan paket TGZ, pacakage manager tidak terinstall secara default. Anda harus menginstallnya terlebih dahulu. Anda bisa gunakan slackpkg, slapt-get, dsb.

INSTALLASI DARI KODE SUMBER Selain menggunakan manajemen paket. Di Linux, ada juga software yang dipaketkan berupa source code. Installasi dari paket ini juga lebih rumit dan lebih memakan waktu karena hanya menyertakan code – code sumbernya. Code tersebut harus di-compile terlebih dahulu, barulah menjadi sebuah binary. Dan dalam proses compile, tidak hanya pustaka tambahan yang anda butuhkan namun juga anda membutuhkan header dari pustaka tersebut. Namun kelebihannya, anda bisa merubah kode tersebut sebelum melakukan installasi jika anda ingin memodifikasinya.

Paket source biasanya sudah menyediakan tool yang berguna untuk melakukan pengecekan pustaka, header dan melakukan compile secara otomatis, sehingga anda tidak usah kerepotan lagi melakukan compile masing – masing kode.

Secara umum, langkah – langkah dari installasi suatu software dari source code adalah sbb :

  • Extract file source ke suatu tempat (disarankan ke /usr/src) # tar -zxvf wirama-0.0.1-src.tar.gz

  • Buka direktori tempat melakukan extract dan lakukan pengecekan kesiapan pustaka dan header dengan skrip configure # ./configure

  • Jika tidak masalah, lanjutkan dengan mengcompile dengan perintah make # make

  • Lakukan installasi ke direktori /usr/local (defaultnya) dengan perintah make install # make install

  • Untuk uninstall, bisa lakukan perintah make uninstall # make uninstall

  • Untuk menghapus binary hasil kompilasi, gunakan perintah make clean # make clean

Tidak ada komentar:

Posting Komentar