Rabu, 30 Juli 2008

APAKAH WUBI AKAN MENGIKUTI JEJAK LIVE CD?

Sejak munculnya distro Linux Live CD pertama yang bernama KNOPPIX, dunia Linux yang sebelumnya dikenal sulit di-install dibalikkan menjadi mudah dicoba dan di-install. Ini disebabkan karena Live CD memungkinkan pengguna untuk mencoba terlebih dahulu Linux sebelum menginstallnya ke komputer. Jadi, pengguna punya kesempatan untuk mengevaluasi dan membiasakan diri untuk menggunakan Linux tanpa perlu merusak data yang mereka miliki di komputer.

Beberapa tahun kemudian, perlahan tapi pasti distro – distro Linux mengikuti jejak dari KNOPPIX. Mulai dari distro Ubuntu, Fedora dan yang paling terakhir yang baru mengimplementasikan Live CD adalah OpenSuSE. Hampir semua distro yang ada saat ini berbentuk Live CD. Kalaupun ada distro yang memiliki versi benar – benar installer, pasti juga menyediakan versi Live CD. Dan akhirnya, konsep yang pertama kali diperkenalkan oleh Klaus Knopper ini akhirnya menjadi hal mutlak dalam setiap distro Linux.

Bagaimana tidak, dengan teknologi Cloop yang dikembangkan olehnya, CD yang memiliki kapasitas maximal 700MB bisa diisi dengan software yang ukurannya mencapai 2GB. Hal ini membuat distro Linux berbasis desktop bisa berjalan hanya melalui sebuah CD. Jika pengguna ingin menginstallnya, cukup di-extract saja ke sebuah partisi baru.

Walaupun Live CD membuat dunia Linux menjadi cemerlang, namun masih ada sedikit ganjalan orang untuk menggunakan Linux. Yaitu, bagaimana agar bisa menginstall sistem operasi Linux tanpa perlu merubah struktur partisi yang sudah ada atau membuat partisi baru.

Dari gagasan ini, muncul sebuah inovasi baru yang kembali membuat Linux lebih mudah di-install. Para komunitas Ubuntu mengembangkan sebuah software yang bernama WUBI. Software yang pertama kali dikenalkan pada tahun 2007 ini membantu pengguna untuk menginstall Ubuntu melalui sistem operasi Windows (yang paling banyak digunakan saat ini) tanpa perlu merubah struktur partisi pada harddisk. Jadi, anda tidak perlu repot – repot melakukan backup data.

Konsep dari software ini sederhana saja, yaitu membuat sebuah file yang berfungsi sebagai partisi virtual di dalam partisi Windows yang sudah ada. Persis seperti pada saat anda menggunakan VMWare, cuma bedanya anda menjalankan sistem operasi Ubuntu secara natif, tanpa perlu melakukan virtualisasi.

Setelah beberapa versi percobaan dirilis, akhirnya WUBI lebih sempurna dan sudah disertakan secara resmi pada rilis Ubuntu 8.04 LTS. Hal ini sangat menggembirakan para pengguna yang ingin mencoba Linux, karena installasi Ubuntu bisa menjadi lebih mudah daripada installasi sistem operasi Windows itu sendiri. Saya sebagai penulis dan penggemar Linux juga lebih mudah untuk mengenalkan Ubuntu ke teman – teman.

Namun, untuk para penggemar distro lainnya, mohon sedikit bersabar. Kita harapkan semoga saja para penggembang distro lainnya bisa juga menyediakan installer berbasis Windows yang konsepnya sama dengan WUBI. Kita tunggu saja bagaimana reaksi para pengembang distro selain Ubuntu seperti Fedora, SuSE, Debian atau bahkan Slackware. Semoga jejak WUBI bisa diikuti seperti layaknya para pengembang distro mengikuti jejak Live CD.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar